Jika Yaman mengambil langkah tersebut, rute vital beberapa negara Arab kolaborator Front Perlawanan akan terputus.
Skenario Front Perlawanan kejutan baru hari mendatang ini berpotensi menciptakan tantangan militer serius bagi Israel.
Pada Sabtu (28/3), Angkatan Bersenjata Yaman resmi mengumumkan operasi militer pertama mereka.
Rudal balistik diluncurkan ke sasaran sensitif rezim Zionis di Palestina selatan yang diduduki.
Aksi Yaman ini sejalan dengan komitmen Front Perlawanan kejutan baru hari mendatang untuk mendukung Iran dan front perlawanan di Lebanon, Irak, dan Palestina.
Pernyataan militer Yaman menegaskan bahwa serangan ini merupakan respons atas eskalasi yang sedang berlangsung.
Infrastruktur dan warga sipil di Lebanon, Iran, Irak, dan Palestina menjadi korban agresi. Langkah Yaman dalam kerangka Front Perlawanan kejutan baru hari mendatang ini dinilai sebagai aksi solidaritas strategis.
Jenderal Yahya Saree, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, menyatakan operasi tersebut berhasil mengenai sasaran.
