News

Force Majeure Kok Minta Kompensasi

×

Force Majeure Kok Minta Kompensasi

Sebarkan artikel ini
tariwali
Rekor dunia (Ist)

KITA INDONESIA. COM-Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Lukman menegaskan bahwa tidak ada kompensasi bagi pelajar yang dibatalkan ikut dalam acara pemecahan rekor MURI kategori tari kolosal terbanyak di KP3B, Kota Serang, Rabu (11/12/2024). 

Lukman mengaku pihaknya sengaja membatalkan ribuan pelajar dari sejumlah daerah di Banten untuk tampil menari, dikarenakan faktor cuaca yang melanda wilayah Banten dan sekitarnya.

“Ya karena memang cuaca kan yang dikhawatirkan. Dan posisinya ada teman-teman di sekolah juga yang kebanjiran sehingga posisi itu membuat tidak nyaman. Sehingga ada beberapa peserta yang terpaksa kita urungkan (tampil),” ungkap Lukman, Kamis (12/12/2024). 

Ditanya mengenai kerugian materil yang dialami oleh para pelajar tersebut, Lukman menyebut jika hal itu bukan menjadi tanggung jawab pihaknya. Sebab kata Lukman, pembatalan itu disebabkan karena adanya force majeure (bencana).

“Ketika terjadi force majeure, ya bukan kesalahan kita. Jadi tidak ada lah (kompensasi), dari anggaran APBD enggak mungkin, gitu posisinya,” tegas Lukman.

Secara terpisah, Pendiri Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Tari Indonesia (DPD ASETI) Provinsi Banten Endang Suhendar mendesak kepada Dindikbud Banten terkait kerugian materil dampak dari pembatalan itu. Sebab, para pelajar telah memesan kostum yang akan mereka pakai dalam acara itu.

“Tentu mereka sudah mempersiapkan diri, mulai dari persiapan sewa kostum, beli make up, booking mobil dan memesan makanan untuk gelaran acara ini. Lalu siapa yang akan bertanggung jawab,” kata Endang.

Selain itu, menurut Endang, para murid juga mengalami kerugian lain yakni terhadap mental para peserta yang sebelumnya udah semangat berlatih cukup lama demi mengikuti acara ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *