KITAINDONESIASATU.COM – Kelompok yang mengatasnamakan Forum Masyarakat dan Mahasiswa Bersatu Kabupaten Ogan Komering Ilir (FM2OB) akan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usut dugaan penyimpangan APBD OKI.
FM2OB tersebut, Senin 16 Desember 2026, dikabarkan sudah berada di Jakarta untuk menemui KPK.
Dalam penjelasannya, Ketua FM2OB Feri Utama mengatakan bahwa dirinya geram terhadap tindakan pemerintah kabupaten OKI yang hingga kini diduga menunda pembayaran beberapa proyek.
“Banyak proyek yang diduga belum dibayar, bahkan puluhan seperti di Dinas PUPR, Dinas Perkim, Dinkes, Dinas Pendidikan, dan lain-lain, padahal proyek proyek ada yang bersumber dari Dana Pemerintah Pusat yaitu dana DAK dan DAU. Kemana uang tersebut, kok bisa belum ada pembayaran,” jelasnya di Jakarta pada Minggu (15/12/2024).
Dia menambahkan nilainya cukup fantastis hingga mencapai 50 Miliar Rupiah.
“Karena itu kami meminta KPK agar turun tangan untuk mengusut semua pihak yang diduga terlibat”, jelasnya.
“Saat ini kami sudah berada di Jakarta dan lagi siap-siap untuk aksi pada Senin, 16 Desember nanti, kami sampaikan lengkap dengan bukti-buktinya,” imbuhnya.
Selain itu, tambahnya FM2OB juga meminta agar KPK mengusut indikasi MarkUp pada proyek-proyek normalisasi sungai di Kabupaten OKI yang disinyalir ajang korupsi berjamaah.


