NewsBisnisInovasiUMKM

Festival Diburuan Jilid III: Peningkatan Ekonomi Masyarakat Disabilitas Kabupaten Bandung Barat

×

Festival Diburuan Jilid III: Peningkatan Ekonomi Masyarakat Disabilitas Kabupaten Bandung Barat

Sebarkan artikel ini
Festival Diburian Jilid III
Dari kiri ke kanan: Kepala Seksi TJSL PT Surveyor Indonesia Achmed K Noor, Dosen Universitas INABA Rama Chandra Jaya, S.Kom., M.M., Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Bandung Barat Dra. Sri Dustirawati, M.Si., Ketua LPPM Universitas INABA Dr. Ida Farida Oesman, S.E., M.Si., dan Camat Ngamprah Agnes Virganty, S.STP, S.H., M.Si., membuka PKM Festival Diburuan Jilid III VirageAwie di Kabupaten Bandung Barat.

Konsep pentahelix yang diusung dalam festival ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan media dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan UMKM dan pemberdayaan masyarakat.

Bapak Achmed K Noor selaku perwakilan dari PT Surveyor Indonesia juga menyampaikan apresiasinya terhadap peran dosen dan mahasiswa Universitas INABA dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini.

“Terima kasih sekali lagi buat semua yang terlibat di dosen Inaba, dan juga semua masiswanya. Pasti dengan kehadiran dari mahasiswa, kemudian juga dosen dosen Inaba itu meng upgrade banget gitu ya, baik dari sisi kemasan mungkin ya, kemudian juga ada digitalisasinya gitu ya, digitalisasinya, bukan hanya digitalisasi hanya di produknya saja untuk promosi, tapi juga untuk melalui media sosial itu bisa lebih meningkat lagi kan, orang lain yang banyak tahu tentang VirageAwie,” ungkap Bapak Achmed K Noor.

Dampak dan Harapan untuk Masa Depan

Pengabdian Kepada Masyarakat ini tidak hanya menjadi ajang seremonial semata, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi para peserta. Melalui pelatihan yang diberikan, diharapkan para peserta terinspirasi untuk mengambil langkah berani dan memulai usaha sendiri. Adang Muhidin selaku owner dari VirageAwie menegaskan komitmennya untuk terus membantu dan membimbing para calon wirausahawan.

“VirageAwie berkomitmen untuk senantiasa membantu dan membimbing, dengan harapan akan lahir ‘VirageAwie’ lainnya yang tidak hanya sukses di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus kancah internasional,” ujarnya. Produk disabilitas juga telah dipamerkan pada Osaka Internasional Lifestyle Show tanggal 10 – 12 September 2025 di Osaka Jepang bersama Kementerian perdagangan Republik Indonesia.

Osaka International Lifestyle Show
Produk karya penyandang disabilitas yang dipamerkan pada Osaka International Lifestyle Show, 10–12 September 2025 di Osaka, Jepang, bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Kegiatan pelatihan ini merupakan wujud nyata dari komitmen VirageAwie untuk berkontribusi pada kemajuan wirausaha di Indonesia. Dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman, VirageAwie ingin menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kuat dan kompetitif. Mereka percaya bahwa setiap individu memiliki potensi untuk sukses, dan dengan dukungan yang tepat, impian besar bisa diwujudkan.

Salah satu dampak yang dapat dilihat langsung adalah peningkatan kepercayaan diri para peserta, khususnya penyandang disabilitas. Banyak dari mereka yang awalnya ragu untuk memulai usaha, kini menjadi lebih percaya diri setelah mendapatkan pembekalan materi dan melihat contoh nyata dari sesama penyandang disabilitas yang telah sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *