NewsBisnisInovasiUMKM

Festival Diburuan Jilid III: Peningkatan Ekonomi Masyarakat Disabilitas Kabupaten Bandung Barat

×

Festival Diburuan Jilid III: Peningkatan Ekonomi Masyarakat Disabilitas Kabupaten Bandung Barat

Sebarkan artikel ini
Festival Diburian Jilid III
Dari kiri ke kanan: Kepala Seksi TJSL PT Surveyor Indonesia Achmed K Noor, Dosen Universitas INABA Rama Chandra Jaya, S.Kom., M.M., Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Bandung Barat Dra. Sri Dustirawati, M.Si., Ketua LPPM Universitas INABA Dr. Ida Farida Oesman, S.E., M.Si., dan Camat Ngamprah Agnes Virganty, S.STP, S.H., M.Si., membuka PKM Festival Diburuan Jilid III VirageAwie di Kabupaten Bandung Barat.

Rangkaian Kegiatan yang Beragam dan Menginspirasi

Festival Diburuan Jilid III menawarkan berbagai kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang holistik. Selain pelatihan pemasaran digital, inovasi, dan digital public speaking yang disampaikan oleh dosen Universitas INABA, acara ini juga diramaikan dengan bazar, pameran, serta pertunjukan menarik yang menampilkan alat musik bambu hasil karya masyarakat disabilitas.

Salah satu daya tarik utama acara ini adalah adanya workshop yang menunjukkan transformasi bambu menjadi berbagai produk bernilai tinggi. Mulai dari produk sederhana seperti tumbler hingga alat musik yang kompleks, bahkan hingga penggunaan bambu untuk konstruksi. Inovasi ini merupakan bukti nyata bagaimana kreativitas dapat mengubah bahan sederhana menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Ketika bambu ini bisa dijadikan berbagai macam hal yang bisa mendunia tentunya,” ujar Ibu Agnes Urganty, S.Stp, S.H, M,Si selaku Camat dari Kabupaten Ngamprah. “Kita lihat tadi di sini juga ada workshop dimana dari hanya membuat tumbler sampai dengan intermediatnya alat musik ya, berikut yang advance nya seperti ini ya, membuat bambu untuk konstruksi, karena ini juga inovasi para gen z tentunya ya. Untuk para gen z bagaimana kita juga bisa mengekspor potensi, kapasitas diri dan dari baju saja, kita bisa menghasilkan cuan.”

Baca Juga  Lagi! Universitas INABA Raih Penghargaan Tertinggi di Penghujung 2024

Pameran produk-produk karya peserta juga menjadi sorotan, di mana berbagai hasil kreativitas penyandang disabilitas dan UMKM lokal dipamerkan dan dapat dibeli langsung oleh pengunjung. Hal ini tidak hanya memberikan platform untuk memasarkan produk, tetapi juga membangun kepercayaan diri para pelaku usaha.

Kolaborasi Multipihak untuk Dampak yang Lebih Luas

Salah satu keunikan dari Festival Diburuan Jilid III adalah adanya kolaborasi dari berbagai pihak yang terlibat. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Bandung Barat, Ibu Dra. Sri Dustirawati, M.Si, sangat mengapresiasi sinergi yang terbangun dalam acara ini.

Baca Juga  Segera Klaim 10 Akun FF Sultan 9 Desember 2024, Nikmati Fitur Premium Tanpa Bayar!
Festival Diburuan Jilid III
Founder VirageAwie Adang Muhidin bersama Dosen Universitas INABA Rama Chandra Jaya, S.Kom., M.M., melakukan penandatanganan serah terima aset PKM pada Festival Diburuan Jilid III yang disaksikan Kepala Seksi TJSL PT Surveyor Indonesia Achmed K Noor, Ketua LPPM Universitas INABA Dr. Ida Farida Oesman, S.E., M.Si., Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Bandung Barat Dra. Sri Dustirawati, M.Si., serta Camat Ngamprah Agnes Virganty, S.STP., S.H., M.Si.

“Dan kegiatan pada hari ini bukan hanya temanya inovasi, kreatif, edukasi, kemudian juga kolaborasi. Tapi karena melibatkan banyak sektor, jadi kita namakan juga kegiatan pada ini adalah synergy pentahelik, karena ada government -nya, ada komunitas -nya, ada akademisi nya juga, ada dari BUMN-nya, perusahaan, kemudian melibatkan juga media,” jelas Ibu Sri Dustirawati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *