KITAINDONESIASATU.COM_Bandung Barat – Semangat kewirausahaan dan inklusi sosial menyatu dalam satu rangkaian kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ketika acara puncak yang bertajuk Festival Diburuan Jilid III digelar pada Rabu (17/9) di Halaman Markas VirageAwie Indonesia. Acara tahunan yang memasuki tahun ketiga ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga pembuktian bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan di dunia usaha.
Festival Diburuan Jilid III merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Indonesia Membangun (INABA). Mengundang berbagai kalangan mulai dari penyandang disabilitas, ibu-ibu, hingga bapak-bapak, acara ini menghadirkan narasumber kompeten dari dosen Universitas INABA yang siap berbagi ilmu dan pengalaman.
Tampak hadir dalam acara ini beberapa tokoh penting, antara lain perwakilan dari PT Surveyor Indonesia, Bapak Achmed K Noor; Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Bandung Barat, Ibu Dra. Sri Dustirawati, M.Si; serta Camat Kecamatan Ngampah, Ibu Agnes Urganty, S.Stp, S.H, M,Si. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta terhadap upaya pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ini.
Table of Contents
Latar Belakang dan Tujuan Festival Diburuan Jilid III
Festival Diburuan Jilid III terwujud berkat hibah dari Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) 2025 dengan Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi melalui Universitas INABA kepada VirageAwie Indonesia. Bapak Rama Chandra Jaya bertindak sebagai ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang mengkoordinir seluruh rangkaian acara.
Tujuan utama dari Festival Diburuan ini adalah untuk membekali calon pelaku usaha dengan pengetahuan yang diperlukan, baik untuk usaha luring (offline) maupun daring (online). Materi yang diberikan dirancang secara komprehensif untuk mencakup berbagai aspek penting dalam berwirausaha.
“Materi yang kami berikan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” jelas Rama Chandra Jaya. “Kami fokus pada empat keterampilan utama: keterampilan digital dengan memanfaatkan teknologi untuk bisnis, keterampilan bisnis dengan mengembangkan strategi usaha, keterampilan akses pasar dengan menjangkau pelanggan lebih luas, serta keterampilan keuangan dengan mengelola modal dan pendapatan secara efektif.”
Melalui pelatihan ini, VirageAwie ingin membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan bagi penyandang disabilitas untuk memulai dan menjalankan usaha mereka sendiri. Semangat ini tercermin dalam berbagai aktivitas yang dirancang khusus untuk memberdayakan semua peserta tanpa memandang latar belakang mereka.

