KITAINDONESIASATU.COM – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas ganasnya. Gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 mdpl itu dilaporkan meletus dahsyat pada Kamis (9/) petang, memuntahkan awan panas yang meluncur hingga 2,5 kilometer.
Letusan terjadi sekitar pukul 17.35 WIB, dengan kolom abu menjulang tinggi hingga 2.500 meter di atas puncak—setara mencapai 6.176 mdpl. Petugas Pos Pengamatan Semeru, Liswanto, mengungkapkan bahwa semburan abu tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke tenggara.
Tak hanya itu, aktivitas vulkanik ini juga terekam di alat seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 17 detik.
Yang lebih mengkhawatirkan, awan panas dilaporkan meluncur ke arah Besuk Kobokan sejauh 2.500 meter, dan hingga laporan dibuat, erupsi masih terus berlangsung.
Sepanjang hari itu, Gunung Semeru tercatat sudah meletus sebanyak 11 kali. Erupsi pertama terjadi dini hari pukul 00.21 WIB dengan kolom abu setinggi 900 meter, dan letusan terakhir terjadi pukul 21.12 WIB dengan ketinggian serupa.
Saat ini, status Gunung Semeru masih berada di Level III (Siaga). Warga diminta untuk tidak mendekati kawasan berbahaya, khususnya di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 km dari puncak.
Tak hanya itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari aliran sungai karena ancaman awan panas dan lahar bisa meluas hingga 17 km. Bahkan radius 5 km dari kawah pun dinyatakan zona merah akibat potensi lontaran batu pijar yang mematikan.
Warga di sekitar aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, hingga Besuk Sat diminta ekstra waspada terhadap potensi lahar, guguran lava, dan awan panas yang bisa datang sewaktu-waktu. (*)


