News

Emas Melebihi Target, Kota Bogor Perlihatkan Taji di POPDA XIV Jawa Barat

×

Emas Melebihi Target, Kota Bogor Perlihatkan Taji di POPDA XIV Jawa Barat

Sebarkan artikel ini
1001325309
Atlet pelajar Kota Bogor tampil penuh semangat dalam ajang POPDA XIV Jawa Barat (KIS/ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Persaingan ketat mewarnai ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XIV Jawa Barat. Hingga Rabu (24/9/2025), Kota Bogor berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menempati posisi tiga besar klasemen sementara. Kontingen pelajar dari Kota Hujan mengoleksi 44 medali, terdiri dari 16 emas, 14 perak, dan 14 perunggu.

Capaian ini menegaskan bahwa atlet pelajar Kota Bogor mampu bersaing dengan daerah lain yang memiliki jumlah penduduk dan potensi anggaran lebih besar. Kota Bogor berada di bawah Kota Bandung yang meraih 102 medali dengan 44 emas, serta Kabupaten Bandung dengan 36 medali dan 17 emas.

Perjuangan kontingen Kota Bogor pada POPDA XIV sebelumnya dilepas langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, di Plaza Balai Kota Bogor, Jumat 12 September 2025. Dalam pesannya, Dedie menekankan pentingnya rasa percaya diri dan semangat pantang menyerah bagi para atlet.

Baca Juga  Dua Korban Meninggal Laka Bus Brimob, Sopir dari Mojokerto dan Pelajar SMAN 1 Porong

“Dalam keolahragaan harus kalian tumbuhkan rasa percaya diri. Kota Bogor sebagai salah satu daerah yang elite di Jawa Barat dari 27 kabupaten/kota yang lain, tidak pernah kalah, tidak pernah ada kata menyerah. Kalian harus betul-betul menunjukkan dan percaya diri sebagai orang Kota Bogor. Ini salah satu modalitas kita,” ujar Dedie.

Dedie juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mempersiapkan kontingen Kota Bogor, mulai dari orang tua, guru, sekolah, pelatih, hingga KONI. Ia menekankan bahwa setiap pengorbanan harus dibayar dengan prestasi nyata yang membanggakan.

“Pengorbanan-pengorbanan ini harus terukir dalam sebuah bentuk prestasi nyata yang bisa membanggakan kita semua. Jaga nama baik Kota Bogor,” tegasnya.

Selain itu, Dedie berpesan agar POPDA tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga silaturahmi dan pembelajaran. Ia meminta atlet Bogor untuk menjunjung sportivitas, menjaga sopan santun, serta menghindari hal-hal negatif di dalam maupun luar arena pertandingan.

Baca Juga  Kontingen Kota Bogor Panaskan Mesin, 750 Atlet Disiapkan Berburu 100 Emas

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, juga turut memberikan dukungan langsung dengan meninjau pertandingan pada Selasa (23/9/2025). Kehadirannya memberikan tambahan motivasi bagi para atlet yang tengah berjuang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S. Rasmana, menuturkan bahwa perolehan medali emas kontingen Kota Bogor mengalami peningkatan signifikan. Hampir semua cabang olahraga, kata dia, mampu melampaui target awal.

“Kondisi saat ini sangat baik. Emas kita melebihi target. Ada yang ditargetkan mendapat dua emas, Alhamdulillah berhasil meraih lima. Ada yang ditargetkan satu, berhasil meraih dua emas. Perjuangannya sangat luar biasa atas dukungan semua pihak,” jelas Anas di ruang kerjanya, Kamis (25/9/2025).

Menurut Anas, meski perolehan medali masih bisa berubah karena pertandingan berlangsung hingga lima hari ke depan, ia optimistis Kota Bogor mampu mempertahankan posisi tiga besar. POPDA, lanjutnya, bukan hanya soal medali, melainkan juga pijakan awal bagi atlet pelajar menuju ajang yang lebih besar hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Baca Juga  Wujudkan Ketahanan Pangan, Yantie Rachim Dorong Pemanfaatan Pekarangan Rumah

“Bisa dilihat dari hasil ini bahwa Kota Bogor memiliki potensi atlet-atlet yang mampu dibanggakan. Mereka bisa bersaing dengan daerah yang jumlah penduduknya besar, wilayahnya luas, dan anggarannya besar. Tapi kita bisa duduk di peringkat tiga,” ungkap Anas.

Anas juga menegaskan, perjuangan atlet Bogor bukan semata untuk diri sendiri, tetapi mewakili masyarakat, keluarga, orang tua, hingga membawa kebanggaan daerah. Ia menambahkan, para atlet berprestasi nantinya berpeluang mendapat bonus, mengikuti Japres, hingga kesempatan menembus BUMN jika lolos ke PON.

“Percayalah bahwa kontingen ini tidak mewakili diri sendiri, tapi masyarakat, keluarga, orang tua, kebanggaan Kota Bogor,” pungkasnya. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *