News

Elon Musk Kecam Netflix, Sebut Serial Anak-anak Promosikan Ideologi Transgender

×

Elon Musk Kecam Netflix, Sebut Serial Anak-anak Promosikan Ideologi Transgender

Sebarkan artikel ini
Elon Musk Kecam Netflix, Sebut Serial Anak-anak Promosikan Ideologi Transgender
Elon Musk Kecam Netflix, Sebut Serial Anak-anak Promosikan Ideologi Transgender

KITAINDONESIASATU.COM – Jagat maya kembali heboh setelah Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, mengumumkan bahwa dirinya membatalkan langganan Netflix. Keputusan ini bukan terkait harga atau kualitas film, melainkan karena Musk menilai Netflix menyelipkan ideologi transgender dalam tayangan anak-anak. 

Pernyataan ini muncul menyusul diskusi mengenai serial animasi Dead End: Paranormal Park, di mana karakter Barney Guttman digambarkan sebagai transgender yang bahagia setelah bertransisi.

Boikot Netflix Viral di Media Sosial

Musk menanggapi unggahan itu dengan komentar singkat, “This is not ok.”

Keputusan Musk memicu tren “Cancel Netflix” yang langsung viral, terutama di kalangan warganet konservatif. 

Mereka menuduh Netflix sedang “menggrooming” anak-anak melalui konten yang mempromosikan ideologi gender tertentu. Beberapa pengguna X menulis, “Mereka berusaha menormalisasi propaganda pro-trans. Ini waktunya hentikan Netflix.”

Kritik dan Dukungan yang Kontras

Di sisi lain, banyak pihak mengecam langkah Musk, menilai ia mencari sensasi dengan isu identitas gender. 

Kontroversi semakin melebar setelah nama Hamish Steele, kreator Dead End, terseret akibat komentar sosialnya terhadap aktivis konservatif Charlie Kirk.

Dukungan dari kelompok konservatif memperkuat gaung boikot, sementara Musk menegaskan sikapnya terkait apa yang ia sebut “woke mind virus” yang dianggap merusak generasi muda.

Netflix Pilih Diam

Hingga saat ini, Netflix belum memberikan tanggapan resmi terkait pembatalan langganan Musk maupun kampanye boikot yang sedang viral.

Keputusan Musk kembali menegaskan posisinya sebagai figur publik yang berani mengubah isu hiburan menjadi arena pertarungan ideologi, meski menimbulkan kontroversi luas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *