News

Dua Siswi SMP Tewas Tenggelam Saat Ingin Menolong Teman di Sungai Palangka Raya

×

Dua Siswi SMP Tewas Tenggelam Saat Ingin Menolong Teman di Sungai Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
siswi smp tewas tenggelam
Proses pencarian dua siswa SMP korban tenggelam di Petuk Katimpun oleh tim gabungan (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Dua siswi SMP Negeri 9 Palangka Raya ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan sungai Petuk Katimpun, Minggu lalu. Korban diketahui bernama Gisela, warga Jalan Hiu Putih, dan Lira, warga Jalan KR Muhtar.

Keduanya sempat dilaporkan hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh tim SAR gabungan.

Menurut kesaksian dua teman korban, Vira Yunia dan Jesika, insiden tersebut terjadi usai mereka merayakan ulang tahun bersama di salah satu rumah makan kawasan Pahandut Seberang. Usai makan, rombongan memutuskan pergi ke sungai untuk bersantai dan berfoto.

Namun, karena cuaca cukup panas, mereka pun memutuskan untuk menceburkan diri ke sungai.

“Awalnya cuma main di daratan yang nggak dalam, tapi pas ke tengah itu mulai dalam. Teman kami, Grecia dan Ina, sempat kayak tenggelam, tapi mereka bisa berenang. Nah, Gisel sama Lira nyangka mereka beneran tenggelam, jadi mau nolongin sambil bercanda. Tapi Gisel sama Lira nggak bisa berenang, dan akhirnya malah mereka yang tenggelam,” ujar Vira dengan suara bergetar.

Ia mengaku berada cukup dekat dengan lokasi kejadian, namun tak bisa membantu karena dirinya juga tidak bisa berenang.

Kepala Basarnas Palangka Raya, Anak Agung Ketut Alit Supartana, turut menyampaikan duka cita dan mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat berlibur di alam terbuka.

“Kami siap memberikan pelayanan SAR kapan pun laporan masuk. Tapi kami juga mengimbau agar kita semua memperhatikan keselamatan diri sendiri dulu sebelum berpikir menyelamatkan orang lain,” katanya, Senin (4/8/2025).

Ia juga meminta orangtua untuk tidak lengah dalam mengawasi aktivitas anak-anak, guna menghindari tragedi serupa di kemudian hari. (Anang Fadhilah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *