KITAINDONESIASATU.COM – Seorang pekerja Indonesia di Hongkong melaporkan adanya korban jiwa dari Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia yang menjadi korban kebakaran apartemen Tai Po, Hongkong yang terbakar sejak, Rabu (26/11/2025).
“Innalilahi wa innailaihi rojiun, hari ini dinfokan dua orang PMI asal Indonesia menjadi korban di kebakaran Taipo, Hongkong,” ujar seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI)
dari akun facebook, Neneng Wijayanti, Kamis (27/11/2025).
Hanya saja wanita ini tidak menjelaskan identitas korban meninggal dari TKW Indonesia yang dinyatakan meninggal dunia dalam kebakaran di sejumlah bangunan apartemen Tai Po, Hongkong ini.
Selain dua orang TKW dari Indonesia beberapa diantaranya juga mengalami luka-luka saat ini mendapatkan perawatan di rumah sakit, sedangkan jumlah korban meninggal seluruhnya hingga saat ini mencapai 55 orang, dua warga Indonesia, seorang petugas pemadam kebakaran.
Upaya pemadaman dilaporkan hingga saat sudah mendekati keberhasilan dipadamkan oleh petugas yang berjibaku selama dua hari ini untuk mengatasi terjadinya kebakaran apartemen bertingkat tinggi itu.
Dilaporkan locpg.gov.cn SAR Hongkong sudah berupaya maksimal memadamkan api dan melakukan penyelamatan terhadap penduduk penghuni apartemen di kawasan Distrik Tai Po, New Territories, Hongkong.
Dilaporkan hingga siang tadi api yang membakar empat lokasi dari tujuh gedung yang terbakar telah berhasil dipadamkan dan hingga sore ini api sudah berhasil dikuasi oleh para pemadam kebakaran di sana.
Untuk mengatasi kebakaran itu setidaknya otoritas Hongkong telah mengerahkan lebih dari 1.200 personel dan lebih dari 200 truk pemadam dan 100 ambulans dikerahkan untuk pertolongan.
Disisi lain 1.000 personel kepolisian juga dikerahkan untuk mengkoordinasi evakuasi, penyelamatan dan upaya bantuan darurat dari kebakaran yang terjadi di komplek apartemen itu.
Optoritas Hongkong juga mendirikan posko bantuan di sekitar lokasi kejadian untuk membantu warga terdampak kebakaran memberikan tempat penampungan sementara dan memberikan bantuan kepada para korban dan keluarga korban meninggal dan luka-luka.
Pasca kebakaran, berbagai lapisan masyarakat Hong Kong menawarkan bantuan, dengan pasokan bantuan terus mengalir ke tempat penampungan sementara.
Empat gerai makanan cepat saji di distrik Tai Po menyediakan 1.000 sarapan gratis bagi warga terdampak.
Otoritas rumah sakit juga mengaktifkan pusat pengendalian insiden besar dan mengkondisikan unit gawat darurat di 9 rumah sakit umum untuk melakukan segala upaya guna merawat korban luka.
Bahkan enam jam setelah terjadinya kebakaran disekitar lokasi kebakaran di Jl Tung Cheong dekat Hung Fuk Yuen 200 kasur diterima dari sponsor melalui Palang Merah setempat.
Sebanyak 20 staf Palang Merah juga ditempatkan di sejumlah lokasi bekerja sama dengan relawan dan masyarakat untuk membantu penangani musibah kebakaran itu.
Sejumlah tempat dijadikan tempat penampungan para korban terdampak kebakaran seperti Pusat Olahraga Tung Cheong Street di Tai Po kini berubah menjadi camp pengungsian para korban kebakaran apartemen.
Diperoleh keterangan hingga saat ini korban meninggal mencapai 55 orang, 71 orang dirawat di rumah sakit, dan 279 orang hilang, dan polisi telah menangkap tiga orang yang diduga menjadi penyebab terjadinya kebakaran itu. **


