KITAINDONESIASATU.COM – Kota Banjarbaru baru-baru ini menghadapi kasus cacar monyet, atau yang dikenal dengan nama Mpox. Dua orang warga dilaporkan telah dikonfirmasi sebagai suspek cacar monyet.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Banjarbaru, Erni Syafrida Noor, menjelaskan, “Kedua kasus suspek ini ditemukan di salah satu rumah sakit dan praktik dokter. Kami telah melakukan swab untuk pengambilan spesimen dan hasilnya menunjukkan negatif.” katanya Sabtu (7/9/2024).
Erni menambahkan bahwa hingga saat ini, belum ditemukan kasus positif Mpox di Banjarbaru. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan karena risiko kematian akibat cacar monyet lebih tinggi dibandingkan dengan cacar biasa.
Dinas Kesehatan Banjarbaru terus memantau perkembangan situasi dan informasi mengenai Mpox melalui kanal resmi. Puskesmas setempat melaksanakan pencegahan, deteksi, dan respons sesuai dengan pedoman pencegahan dan pengendalian Mpox 2023.
Langkah selanjutnya meliputi tindak lanjut laporan penemuan kasus suspek dari fasilitas kesehatan yang berkoordinasi dengan puskesmas untuk melakukan penyelidikan epidemiologi dalam waktu 24 jam.
Mpox dapat menular secara tidak langsung melalui benda yang terkontaminasi. Penularan langsung terjadi melalui kontak dengan penderita melalui badan, droplet, dan cairan tubuh seperti nanah atau darah.(Anang Fadhilah)

