News

Dua Kasus Pembunuhan Sadis Jombang Terungkap, Satu Kasus Lagi Mengarah Pembunuhan dan Mutilasi

×

Dua Kasus Pembunuhan Sadis Jombang Terungkap, Satu Kasus Lagi Mengarah Pembunuhan dan Mutilasi

Sebarkan artikel ini
mayat korban
Kondisi jasad tanpa kepala yang ditemukan warga yang mengarah ke kasus pembunuhan dan mutilasi di Jombang, Jawa Timur. foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Dua peristiwa penting dari pengungkapan kasus pembunuhan keji beberapa hari ini merupakan keberhasil kepolisian Polres Jombang yang patut diacungi jempol.

Pengungkapan pertama adanya penemuan mayat di Petak 102 L RPH Tanjung, BKPH Ploso Timur di Dusun Randualas, Mamoyo, Kabuh, Kabupaten Jombang, Minggu (19/1/2025) pagi.

Yang diketahui dia adalah seorang remaja berusia 19 tahun, M Fais yang mengalami luka robek di kepala dan tulang tengkorah patah akibat benda tumpul.

Setelah beberapa pekan kemudian pelaku tertangkap, polisi meringkus 6 tersangka, 3 di antaranya adalah masih di bawah umur.

Sadis! Kematian Putri Siswi SMA Sumobito Dirudapaksa Pacar dan Dua Orang, Lalu Dilempar ke Sungai

Dengan motif pembunuhan karena sakit hati dan perampokan, dengan membunuh korban kemudian menyita Yamaha N-Max dan ponsel korban.

Pengungkapan kedua adalah kasus penemuan mayat wanita yang mengambang disungai di Kanal Turi, Tunggorono Dusun Peluk, Desa Pacarpeluk, Megalu Jombang, Selasa (11/2/2025) pukul 06:00 WIB pagi.

Sehari dari penemuan mayat ini polisi berhasil menetapkan tersangka tiga orang yang salah satunya adalah pacar korban sendiri yang menjadi dalang pembunuhan itu.

Kasus ini merupakan peristiwa sadis yang dilakukan dua pelajar SMA berusia 18 tahun dan seorang remaja berusia 23 tahun.

Motif dari pembunuhan itu adalah pelaku ingin menguasai kendaraan Honda Vario dan ponsel korban, namun mereka menganiaya korban kemudian merudapaksa secara bergiliran.

Sebelumnya korban dicecoki minuman keras dan dirudapaksa di persawahan, setelah puas melepas nafsu birahinya korban yang lemas tak berdaya itu kemudian dibuang ke sungai, hingga akhirnya ditemukan warga keesokan harinya dalam keadaan mengapung di sungai.

Kematian Putri Pelajar SMA Jombang, Polisi Sudah Mencurigai Beberapa Orang

Mengarah Mutilasi

Namun keberhasilan pengungkapan dua kasus ini, polisi masih menyisakan satu kasus yang mengarah pembunuhan dan mutilasi yang masih menjadi pekerjaan rumah pihak kepolisian Polres Jombang.

Diperkirakan kasus mutilasi yang kondisi tubuh dan kepalanya ditemukan secara terpisah ini, diperkirakan merupakan kasus pembunuhan yang sadis.

Sebab sehari dari penemuan mayat wanita yang diketahui Putri pelajar SMA di Jombang pada 12 Februari 2025, warga kembali menemukan sosok mayat pria tanpa kepala di saluran isigasi Desa Dukuharum, Kecamatan Megaluh, Jombang.

Tentu peristiwa ini cukup menggemparkan warga mengingat sehari sebelumnya terjadi penemua mayat seorang wanita, ketenangan warga pun menjadi terkoyak.

Tak lama kemudian pada sore harinya, warga menemukan kepala manusia yang sudah membusuk dan mengeluarkan belatung di tepi Sungai Konto, Kecamatan Tembelang, Rabu (12/2/2025).

Kematian Putri Pelajar SMA Jombang, Polisi Menduga Korban Dijeburkan ke Sungai Masih Hidup

Temuan kepala manusia ini duga berkaitan dengan penemuan tubuh tanpa kepala yang ditemukan sebelumnya di Desa Dukuharum, Kecamatan Megaluh.

Lokasi penemuan kepala dengan tubuh tanpa kepala itu berjarak sekitar 4-5 km dan berada di lokasi desa dan kecamatan yang berbeda.

Penemuan ini diawali dari seorang warga yang mencium bau busuk, kemudian ditelusuri dan menemukan kepala manusia yang telah membusuk.

Seorang relawan yang turut mengevakuasi, Eko Budianto mengatakan jika kondisi kepala sudah rusak parah, rambut mulai rontok dan wajah sudah sulit dikenali.

Kasad Reskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra kepada wartawan mengungkapkan untuk memastikan apakah kepala itu merupakan bagian dari tubuh yang ditemukan sebelumnya masih menunggu prises autopsi.

AKP Margono mengatakan kondisinya sudah membusuk dan penuh belatung, maka pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan itu semua.

Kasus ini menurut Margono mengarah adanya dugaan mutilasi, meskipun motif dan siapa pelaku dibalik kasus ini masih dalam penyelidikan.

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan mengungkapkan pihak kepolisian berusaha meredam keresahan warga masyarakat di wilayah Jombang.

Patroli ditingkatkan, CCTV diimbau untuk dipasang di titik-titik rawan, dan masyarakat diminta untuk lebih waspada.

Dua kasus pembunuhan telah terpecahkan, tetapi dua lainnya masih gelap, polisi masih harus bekerja keras lagi untuk mengungkap dugaan kasus pembunuhan yang mengarah mutilasi. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *