News

DPRD Medan Minta Diskoperindag Lakukan Razia Pasar Setelah Viral Dugaan Minyakita Dioplos

×

DPRD Medan Minta Diskoperindag Lakukan Razia Pasar Setelah Viral Dugaan Minyakita Dioplos

Sebarkan artikel ini
Minyak goreng kemasan MinyaKita.
Minyak goreng kemasan Minyakita mulai menghilang dari pasar dan harganya tembus Rp 37.500 kemasan dua liter

KITAINDONESIASATU.COM – Berita viral di media sosial terkait dugaan minyak goreng MinyaKita yang dioplos dengan minyak curah membuat banyak pihak khawatir.

Anggota DPRD Medan, Binsar Simarmata, mendesak Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) untuk segera turun ke lapangan dan melakukan pemeriksaan di pasar tradisional terkait minyak goreng subsidi tersebut.

“Viral di media sosial dugaan bahwa MinyaKita dioplos dengan minyak curah dan jumlahnya tidak sesuai. Walaupun isu ini beredar lebih luas di Pulau Jawa, namun hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan ibu-ibu di Kota Medan. Oleh karena itu, kami berharap Diskoperindag segera melakukan pemeriksaan di pasar-pasar tradisional,” kata Binsar pada wartawan, Jumat (7/3/2025).

Baca Juga  Syarat dan Biaya Perpanjangan SIM Keliling Bekasi

Binsar, yang juga merupakan politisi Perindo, menjelaskan bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya, banyak ibu rumah tangga kini lebih memilih membeli minyak goreng bermerek meski harganya sedikit lebih mahal.

“Sejumlah ibu-ibu kini lebih memilih membeli minyak goreng bermerek meski harga sedikit lebih tinggi. Hal ini sudah saya saksikan langsung di beberapa pasar, termasuk di gerai-gerai modern,” ungkap politisi yang duduk di Komisi 2 DPRD Medan tersebut.

Binsar berharap dengan adanya pemeriksaan langsung di lapangan, masyarakat di Kota Medan dapat dipastikan tidak akan lagi khawatir mengenai adanya MinyaKita palsu di pasaran.

Baca Juga  Dugaan 'Fee' Arahkan Pasien ke RS Swasta, DPRD Medan Gelar RDP dengan Kepala Puskesmas

“MinyaKita seharusnya hadir untuk membantu masyarakat dengan harga yang terjangkau sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, kini masyarakat malah merasa khawatir dan enggan menggunakannya,” tambahnya.

Sebelumnya, informasi mengenai dugaan ketidaksesuaian antara isi dan kemasan produk MinyaKita juga sempat viral di media sosial, yang membuat masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penelusuran terkait isu tersebut. (lik/aps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *