News

DPRD Kota Bogor Tekan Disparbud Berinovasi, Anggaran Promosi Wisata Jadi Sorotan

×

DPRD Kota Bogor Tekan Disparbud Berinovasi, Anggaran Promosi Wisata Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260203 WA0055 scaled
Komisi IV DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja dengan Disparbud Kota Bogor membahas minimnya anggaran promosi dan strategi pengembangan pariwisata berbasis event. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Komisi IV DPRD Kota Bogor melontarkan sorotan tajam kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor. DPRD menilai minimnya alokasi anggaran promosi wisata berpotensi menghambat pertumbuhan sektor pariwisata, sehingga Disparbud diminta tidak lagi bergantung pada APBD dan segera menghadirkan inovasi konkret berbasis kolaborasi.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhamad Nur, dalam rapat kerja bersama Disparbud Kota Bogor di Gedung DPRD Kota Bogor, Selasa, 3 Februari 2026.

Rapat itu turut dihadiri Sekretaris Komisi IV H. Subhan serta anggota Komisi IV, yakni Dedi Mulyono, Mulyani, Banu Lesmana Bagaskara, H. Tri Kisowo Jumino, Rozi Putra, dan Zakiyatul Fikriyah Al-Aslamiyah.

Baca Juga  Jadwal Imsakiyah dan Salat Jakarta – Selasa, 24 Februari 2026

Fajar menyoroti adanya ketimpangan antara total anggaran Disparbud dengan porsi anggaran yang dialokasikan khusus untuk promosi wisata. Menurutnya, promosi merupakan ujung tombak dalam menarik kunjungan wisatawan ke Kota Bogor.

“Ini menjadi catatan kami di Komisi IV. Anggaran yang dialokasikan untuk promosi cukup kecil jika dibandingkan dengan total anggaran Disparbud secara keseluruhan,” ujar Fajar, Rabu 4 Febuari 2026.

Sebagai langkah strategis menghadapi keterbatasan anggaran, Komisi IV DPRD mendorong Disparbud untuk menggali potensi pengembangan pariwisata melalui skema di luar APBD. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah memperbanyak gelaran acara atau event secara konsisten dan terukur.

Baca Juga  Jelang Akhir Tugas, Wapres Resmikan Pembangunan Pesantren dan Masjid di Bogor

Fajar memproyeksikan, setelah melalui proses verifikasi, setidaknya minimal 90 event berkualitas dapat diselenggarakan setiap tahunnya. Selain event, pengembangan kawasan wisata berbasis sejarah juga menjadi perhatian DPRD, khususnya kawasan Mulyaharja dengan Saung Eling yang memiliki nilai historis peninggalan kerajaan.

“Kami ingin pengunjung tidak hanya datang, tapi membawa kesan positif. Apalagi menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Disparbud harus menyiapkan skema penyambutan matang bagi para atlet dan ofisial agar mereka juga berwisata di Bogor,” tambah Fajar.

Sementara itu, Kepala Disparbud Kota Bogor, Firdaus, menyatakan kesiapan jajarannya untuk menggenjot sektor pariwisata meski di tengah keterbatasan anggaran. Ia mengungkapkan, saat ini sudah terdapat 56 event yang masuk dalam daftar resmi Disparbud, dengan 10 di antaranya ditetapkan sebagai agenda unggulan.

Baca Juga  Mudik Lebaran 2026: Toyota Innova Reborn Masih Jadi Primadona Keluarga Indonesia

“Tujuan utama dari 10 event unggulan ini adalah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya,” jelas Firdaus.

Firdaus juga menegaskan bahwa kolaborasi dengan komunitas dan pihak swasta menjadi kunci agar pengembangan pariwisata tetap berjalan tanpa ketergantungan penuh pada APBD.

“Kami memiliki kegiatan yang insya Allah non APBD. Kami berkolaborasi dengan pihak ketiga dan teman-teman komunitas. Ini adalah upaya kami membuka ruang agar pariwisata kita semakin dikenal luas,” ungkapnya. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *