KITAINDONESIASATU.COM– Pengelolaan Pasar Pakuan Jaya menjadi sorotan setelah sejumkah Anggota Komisi ll DPRD Kota Bogor, melakukan kunjungan ke Pasar Jambu Dua dan Pasar Sukasari.
Dalam kunjungannya, ia menyoroti beberapa masalah yang dihadapi oleh pedagang dan menegaskan perlunya tindakan tegas dari pihak pengelola.
“Dalam hal ini, kami mendukung Perumda Pasar Pakuan Jaya dalam pembenahan pasar. Namun, kami menemukan beberapa keluhan dari pedagang, terutama di Pasar Jambu Dua. Ada bangunan di sekitar pasar yang bukan aset PD Pasar Pakuan Jaya, tetapi memberikan dampak negatif bagi pedagang yang memiliki niat baik untuk berjualan,” kata Achmad Rifki Alaydrus dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Kamis 13 Maret 2025.
Istilah “persaingan tidak sehat” muncul ketika bangunan luar tersebut menyediakan produk yang sama dengan kios-kios di dalam pasar. Anggota legislatif yang akrab disapa Rifki menyebutkan bahwa hal ini merugikan pedagang yang membayar biaya sewa kepada pengelola, sementara bangunan luar tidak memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Jualan yang ada di luar ini tidak memiliki biaya retribusi, sehingga tidak ada sumbangsih untuk pengelolaan pasar. Ini jelas merugikan pedagang yang ada di dalam. Kami berharap pengelola bisa mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan permasalahan ini,” tegasnya.
Rifki juga mengutarakan komitmennya bersama Komisi II DPRD Kota Bogor untuk memastikan kenyamanan bagi para pedagang dan pengunjung.
“Kami fokus pada kenyamanan para pedagang dan pembeli. Kami ingin pedagang bisa mendapatkan keuntungan yang layak, dan pembeli juga merasa nyaman saat berbelanja di sana,” ucap dia.
Kunjungan tersebut juga mencakup Pasar Sukasari yang saat ini berada dalam tahap pembangunan dengan progres mencapai 91%. Rifki memberikan apresiasi terhadap desain yang estetis dan optimis bahwa pembangunan akan segera rampung.
“Walaupun ini bukan bidang kami di komisi ll, kami hanya ingin memastikan bahwa para pedagang di Pasar Sukasari dapat segera masuk setelah pembangunan selesai,” ujar Rifki.

