KITAINDONESIASATU.COM – Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah meminta program cetak sawah yang dicanangkan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus melibatkan berbagai pihak. Para ahli dan akademisi harus dilibatkan untuk menguji kelayakan agar proyek cetak sawah tidak gagal.
“Harus ada feasibility studiesnya melibatkan berbagai pihak baik itu melibatkan kampus, akademisi, ahli,” kata Rina, yang dikutip Rabu (6/11).
Namun, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini meyakini pemerintah sudah melakukan hal semacam itu. “Tinggal bagaimana pelaksanaan ini bisa sesuai dengan blue print dan juga dari sisi pengawasan anggaran juga bisa terlaksana,” ujar Rina.
Rina memastikan pihaknya mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Namun dia menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan pendekatan strategis, termasuk dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM), teknologi, dan distribusi hasil pertanian.
“Dan yang harus diperhatikan itu bagaimana kondisi lahannya terus bagaimana cuacanya di sana, dan juga dari sisi hilirisasinya,” imbuh Rina.
Rina juga mengingatkan pentingnya diversifikasi pangan, apalagi Indonesia memiliki keberagaman komoditas pertanian setiap daerah. “Jangan sampai dengan fokus ke sawah kita melupakan pangan-pangan yang lain, apalagi Indonesia nerupakan negara agraris yang mempunyai komoditas yang beragam masing-masing wilayah akan berbeda,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, Prabowo baru saja mengunjungi Kampung Wanam di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, untuk meninjau proyek percontohan yang merupakan bagian dari program cetak sawah nasional. (*)


