KITAINDONESIASATU.COM – Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, menyatakan dukungannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki dugaan korupsi dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Ia menyebut hasil kajian KPK bertajuk “Identifikasi Risiko Korupsi pada Program Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia” sangat mengejutkan, karena mengungkap banyaknya masalah serius di sektor pendidikan ini.
“KPK harus menindaklanjuti hasil kajian tersebut dengan mendalami sejumlah temuan,” ujar Abdullah yang akrab dipanggil Gus Abduh pada Selasa, 24 Desember 2024.
Salah satu temuan utama adalah adanya biaya tambahan yang berkisar antara Rp1 juta hingga Rp25 juta selama pelaksanaan PPDS. Biaya ini bersifat tidak resmi dan tidak memiliki dasar akuntabilitas yang jelas.
Selain itu, menurut Gus Abduh, ada juga pungutan dari peserta PPDS yang digunakan untuk kebutuhan tertentu, seperti kegiatan touring motor atau sepeda bagi dosen. Hal ini dinilai memberatkan peserta program.
Laporan KPK menunjukkan bahwa peserta PPDS sering kali harus bekerja sama dengan teman seangkatan untuk memenuhi permintaan dosen atau senior, yang semakin menambah beban mereka.
“Biaya dan pungutan tidak jelas ini perlu segera diusut oleh KPK,” tegas Gus Abduh, yang mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah VI.
Gus Abduh juga menyoroti temuan mengenai proses seleksi PPDS, di mana peserta diminta menunjukkan saldo rekening pada tahap wawancara.
Survei KPK mencatat 58 responden mengalami hal ini, dengan rincian 6 responden memiliki saldo lebih dari Rp500 juta, 4 responden antara Rp250 juta hingga Rp500 juta, 11 responden dengan saldo Rp100 juta hingga Rp250 juta, dan 19 responden kurang dari Rp100 juta.
“Kenapa saldo rekening harus diperlihatkan? Ini sangat aneh dan perlu diselidiki lebih lanjut oleh KPK,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa reformasi menyeluruh diperlukan dalam PPDS untuk mencegah tekanan berlebih yang berujung pada kasus tragis seperti bunuh diri.
Gus Abduh menyampaikan bahwa kejadian bunuh diri mahasiswa PPDS seharusnya menjadi pelajaran penting dan menegaskan perlunya perbaikan menyeluruh agar tidak ada lagi korban di masa mendatang.- ***

