KITAINDONESIASATU.COM – Dalam rangka memperkuat sektor ekonomi kreatif dan mendukung perkembangan UMKM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon kembali mengadakan kegiatan edukasi serta inklusi keuangan syariah bagi pelaku usaha dan seniman yang dibina oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon.
Acara ini menjadi bagian dari Festival Ramadan Kota Cirebon 1446 H dan diikuti oleh 70 peserta.
Kegiatan ini terselenggara hasil kolaborasi antara OJK Cirebon, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, serta Pegadaian Syariah KC Cirebon.
Turut hadir sejumlah pejabat penting, seperti Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya; Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Agung Budilaksono; serta Pimpinan Cabang Pegadaian Cirebon, Trianto Nugroho.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menekankan pentingnya pemahaman yang lebih luas mengenai instrumen keuangan bagi pelaku usaha. Menurutnya, banyak UMKM yang masih bergantung pada pembiayaan dari sektor perbankan, padahal ada opsi lain seperti pasar modal yang bisa dimanfaatkan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong para pelaku usaha untuk lebih memahami strategi pengelolaan keuangan yang baik serta memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia guna mengembangkan bisnis mereka,” ujar Agus Muntholib.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, menjelaskan bahwa Festival Ramadan bukan hanya sebagai perayaan budaya dan keagamaan, tetapi juga menjadi peluang bagi UMKM dan sektor ekonomi kreatif untuk berkembang.
Ia mengapresiasi kolaborasi antara OJK, Bank Indonesia, dan Pegadaian Syariah dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi pelaku usaha lokal.
Senada dengan itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Agung Budilaksono, menyoroti pentingnya ekonomi kreatif dalam menunjang pertumbuhan ekonomi daerah, terutama pada bulan Ramadan yang identik dengan peningkatan aktivitas perdagangan dan konsumsi masyarakat.

