News

Donasi Tahun Baru Jakarta Rp3,1 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra

×

Donasi Tahun Baru Jakarta Rp3,1 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra

Sebarkan artikel ini
donasi jakarta 1
Donasi Jakarta untuk korban bencana Sumatra.

KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencetak momen bersejarah di malam pergantian Tahun Baru 2026. Tanpa gemerlap kembang api, Jakarta justru “meledak” dengan empati. Total donasi publik yang berhasil dihimpun mencapai Rp3,1 miliar, seluruhnya dipersembahkan untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatra.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan apresiasi mendalam atas gelombang kepedulian warga Ibu Kota. Hal itu ia ungkapkan saat menghadiri perayaan bertajuk “Jakarta Global City: From Jakarta with Love” di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (31/12) malam.

“Ini adalah kontribusi nyata warga Jakarta. Terima kasih sebesar-besarnya atas empati dan kepedulian luar biasa ini,” ujar Pramono dengan nada penuh haru.

Baca Juga  Ada Apa di Bogor Barat? Tirta Pakuan Pasang Pipa Raksasa sampai Akhir Tahun

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pemprov DKI sengaja meniadakan pesta kembang api. Sebagai gantinya, malam tahun baru diisi dengan doa bersama dan penggalangan donasi, sebagai bentuk solidaritas atas musibah yang melanda Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan sejumlah daerah lainnya.

Rangkaian perayaan Tahun Baru 2026 digelar serentak di berbagai titik Jakarta dan diawali doa lintas iman yang melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Nuansa khidmat menyelimuti ibu kota, menegaskan bahwa pergantian tahun kali ini bukan sekadar perayaan, melainkan refleksi kemanusiaan.

Pramono berharap doa, dukungan moral, spiritual, hingga bantuan sosial dari warga Jakarta mampu meringankan penderitaan para korban bencana. Bahkan, sejumlah penampilan musik malam itu turut disesuaikan sebagai simbol duka dan solidaritas nasional.

Baca Juga  Antisipasi Mudik Lebaran, BUMN Transportasi Tambah Armada dan Tingkatkan Layanan

Tak hanya dari masyarakat, BUMD Ancol juga ikut ambil bagian. Sebanyak 10 persen pendapatan Ancol pada 31 Desember dipastikan akan disumbangkan untuk kepentingan kemanusiaan dan digabungkan dalam total donasi.

Penyaluran bantuan akan dikelola Pemprov DKI bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), mekanisme yang disebut Pramono telah berulang kali digunakan dalam penanganan bencana sebelumnya.

Di sisi lain, kebijakan peniadaan kembang api justru menuai respons positif. Menurut Pramono, kepatuhan publik menjadi cermin kedewasaan masyarakat Jakarta yang majemuk.

“Dukungan publik luar biasa. Ini menunjukkan empati dan kedewasaan warga Jakarta,” tegasnya.

Baca Juga  Pemulangan Jemaah Haji 2025 Lancar, 74.447 Orang Sudah Mendarat di Indonesia

Meski acara resmi berakhir pukul 01.00 WIB, layanan transportasi publik tetap diperpanjang hingga pukul 02.00 WIB. Bahkan, Transjakarta di koridor utama beroperasi 24 jam penuh demi memastikan warga pulang dengan aman dan tertib.

Pemprov DKI juga mengerahkan ribuan personel lintas instansi untuk memulihkan kondisi kota. Sebanyak 3.395 petugas kebersihan, 2.191 personel Dishub, dan 1.692 anggota Satpol PP disiagakan demi menjaga Jakarta tetap kondusif usai malam pergantian tahun. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *