News

Mengejutkan! Asia Catat 388 Juta Umat Kristen Hadapi Diskriminasi Global

×

Mengejutkan! Asia Catat 388 Juta Umat Kristen Hadapi Diskriminasi Global

Sebarkan artikel ini
Umat Kristen di Pakistan memprotes kekerasan (ANSA)
Umat Kristen di Pakistan memprotes kekerasan (ANSA)

KITAINDONESIASATU.COM — Laporan terbaru World Watch List 2026 yang dirilis oleh organisasi advokasi hak kebebasan beragama Open Doors International menunjukkan bahwa Asia kini mencatat proporsi tinggi dari jumlah orang Kristen di dunia yang mengalami diskriminasi, tekanan sosial, serta penganiayaan karena keyakinan mereka. Temuan ini muncul dari analisis situasi hak beragama global yang mencatat lebih dari 388 juta orang Kristen diseluruh dunia mengalami tingkat tekanan yang signifikan dalam praktik iman mereka, dan Asia menjadi salah satu kawasan paling menonjol dalam fenomena tersebut.

Menurut data yang dirangkum dari laporan tersebut, proporsi orang Kristen yang hidup di bawah kondisi yang membatasi kebebasan beribadah terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Di Asia, dua dari setiap lima orang Kristen dilaporkan menghadapi tekanan tinggi atau ekstrem karena keyakinan mereka, jauh lebih tinggi daripada rasio global rata-rata. Faktor-faktor utama yang mendorong peningkatan ini termasuk hukum negara yang ketat terhadap aktivitas keagamaan, kontrol pemerintah atas kehidupan komunitas keagamaan, serta stigma sosial dan pengucilan masyarakat terhadap kelompok minoritas.

Melansir licas.news, negara-negara seperti Korea Utara, Pakistan, India, Iran, dan Myanmar menempati peringkat teratas dalam daftar negara di mana penganiayaan terhadap orang Kristen mencapai level ekstrem menurut World Watch List. Korea Utara sendiri lagi-lagi disebut sebagai negara paling berbahaya untuk umat Kristen selama bertahun-tahun, dengan pantauan terbatas terhadap aktivitas keagamaan dan risiko hukuman yang sangat tinggi bagi mereka yang ketahuan beribadah di luar struktur negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *