KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, tiba di Israel pada 18 Agustus 2024 dalam rangka upaya diplomatik Washington untuk mencapai gencatan senjata di Gaza.
Ini adalah kunjungan kesembilan Blinken sejak perang dimulai pada Oktober tahun lalu.
Kunjungan ini terjadi beberapa hari setelah AS, bersama mediator dari Qatar dan Mesir, mengajukan proposal yang bertujuan menjembatani kesenjangan antara pihak-pihak yang bertikai.
Meski pejabat AS optimis tentang kesepakatan ini, mereka memperingatkan bahwa masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
Pejabat senior pemerintahan Biden menyatakan bahwa kesepakatan tersebut hampir siap untuk diimplementasikan, namun Hamas, melalui juru bicara Sami Abu Zuhri, menyebut pernyataan tersebut sebagai ilusi, menuduh bahwa tidak ada negosiasi nyata yang berlangsung, melainkan hanya penerapan perintah dari AS.
Blinken diperkirakan akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di tengah kekhawatiran eskalasi regional, terutama setelah Iran mengancam akan membalas Israel atas pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran.
Negosiasi diperkirakan akan berlanjut hingga minggu depan, dengan pertemuan puncak di Kairo untuk menyelesaikan kesepakatan.
Tim negosiasi Israel menyatakan “optimisme hati-hati” tentang kemungkinan kesepakatan, meski ada tuduhan dari Hamas bahwa Israel menambahkan persyaratan baru untuk menghambat upaya tersebut.
Sementara itu, serangan Israel di Gaza terus berlanjut, menewaskan 18 warga Palestina dari satu keluarga. Di Lebanon, serangan Israel juga menewaskan 10 orang.- ***
Sumber: The Guardian
