NewsKesehatan

Dinkes Kota Bogor Siagakan 22 RS dan Puluhan Pos Kesehatan Selama Lebaran

×

Dinkes Kota Bogor Siagakan 22 RS dan Puluhan Pos Kesehatan Selama Lebaran

Sebarkan artikel ini
IMG 20260313 124710
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Erna Nuraena, menyampaikan kesiapan fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan pos pelayanan kesehatan sementara untuk menghadapi arus mudik, Hari Raya Idul Fitri, hingga arus balik Lebaran. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Dinas Kesehatan Kota Bogor memastikan kesiapan penuh layanan kesehatan selama arus mudik, Hari Raya Idul Fitri, hingga arus balik. Puluhan rumah sakit, puskesmas, ambulans, serta pos kesehatan sementara disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan layanan medis dan kondisi darurat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Erna Nuraena, menyatakan pihaknya telah menyiagakan seluruh sumber daya kesehatan untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dan pemudik.

“Kami menyiagakan 22 rumah sakit, 25 puskesmas, serta UPTD PSC 119 selama periode arus mudik, hari H Idul Fitri, dan arus balik,” ujar dr. Erna Nuraena, Jumat, 13 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sebanyak 212 personel kesehatan diterjunkan, didukung 25 ambulans di puskesmas, 4 ambulans di PSC, serta 6 ambulans motor untuk mempercepat penanganan di lokasi yang sulit dijangkau.

Untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, Dinkes juga mendirikan Pos Pelayanan Kesehatan Sementara di sejumlah titik strategis yang menyesuaikan dengan posko kepolisian, yakni Terminal Baranangsiang, Simpang Yasmin, Simpang Bubulak, Simpang BORR, Eks Bogor Plaza, PDAM Bogor Timur, dan Simpang Empang.

Baca Juga  Sinergi TNI dan Pemkot Jadi Kunci Kota Bogor Aman dan Investasi Tumbuh

“SDM di setiap pos terdiri atas satu perawat, satu pengemudi ambulans, serta dokter on call dengan dua shift pelayanan, yaitu pukul 08.00–14.00 WIB dan 14.00–21.00 WIB,” katanya.

Selain itu, PSC 119 dan Emergency Medical Team (EMT) juga disiagakan untuk menjamin respons cepat terhadap kasus gawat darurat, kecelakaan lalu lintas, maupun kondisi kritis lainnya sebelum pasien dirujuk.

“PSC 119 dan EMT kami siagakan untuk memastikan respon cepat terhadap kondisi darurat di pra-fasilitas pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Dalam sistem rujukan, pasien dengan cedera berat seperti perdarahan hebat, patah tulang terbuka, penurunan kesadaran, cedera kepala, luka bakar sedang hingga berat, serta trauma kecelakaan lalu lintas akan langsung dirujuk ke rumah sakit. Sementara kasus yang memerlukan pemeriksaan lanjutan sederhana dapat ditangani di puskesmas.

Dinkes juga menetapkan puskesmas dengan layanan UGD 24 jam di tiap wilayah, yakni Puskesmas Pasir Mulya, Tanah Sareal, Bogor Timur, Bogor Utara, Bogor Tengah, dan Cipaku. Sebanyak 21 puskesmas lainnya menyediakan layanan persalinan 24 jam, sementara pelayanan reguler tetap berjalan dengan sistem piket selama cuti bersama.

Baca Juga  BPIH 2025 Turun Jadi Rp89 juta, Kepala BP Haji Apresiasi DPR RI

Dari sisi pembiayaan, pelayanan administratif di Kantor Dinkes Kota Bogor ditutup pada 18–24 Maret 2026, namun layanan pembiayaan kesehatan tetap berjalan secara daring.

“Kami menjamin keberlangsungan pembiayaan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan dan Jamkesda melalui koordinasi dengan BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan,” jelas dr. Erna.

Jamkesda juga menjamin pelayanan bagi warga miskin Kota Bogor yang tidak tercover BPJS, termasuk ODGJ, korban kekerasan, korban bencana, KIPI, kasus KLB tertentu, serta masyarakat yang menunggak iuran.

Untuk penanganan kecelakaan lalu lintas, kecelakaan ganda dijamin Jasa Raharja hingga plafon Rp20 juta dan dapat dilanjutkan BPJS Kesehatan, sedangkan kecelakaan tunggal dijamin BPJS dengan syarat kepesertaan aktif.

Dinkes juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) dan wabah selama libur Lebaran, seperti keracunan pangan, penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, serta infeksi emerging.

“Kami memperkuat surveilans di puskesmas dan rumah sakit agar pengawasan penyakit menular tetap berjalan dan tidak terjadi kekosongan pemantauan,” ujarnya.

Baca Juga  Cuaca di Wilayah Bandung 16 Februari 2025, Hujan Ringan Turun Siang dan Sore Hari

Selain itu, pemeriksaan kesehatan pengemudi angkutan umum turut dilakukan sebagai bagian dari program keselamatan lalu lintas. Skrining kesehatan dilaksanakan di sejumlah pool bus dan terminal pada 17 Maret 2026 mulai pukul 08.00 WIB.

Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, alkohol, NAPZA melalui urin, hingga kadar kolesterol. Pengemudi yang dinyatakan tidak laik berkendara wajib diganti dan dirujuk untuk pengobatan.

“Kami ingin memastikan pengemudi dalam kondisi sehat sehingga keselamatan penumpang tetap terjaga,” katanya.

Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disiagakan jika membutuhkan pertolongan, termasuk menghubungi PSC 119 dalam kondisi darurat.

“Masyarakat diharapkan menjaga kesehatan selama perjalanan dengan istirahat cukup, makan teratur, minum air putih yang cukup, serta menghindari mengemudi dalam kondisi tidak fit,” tutur dr. Erna.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyakit menular dan keracunan makanan dengan memilih makanan yang higienis, terutama di terminal, rest area, dan tempat wisata.

Dinas Kesehatan Kota Bogor mengajak seluruh masyarakat untuk menjalani mudik dan libur Lebaran dengan sehat, aman, dan selamat. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *