KITAINDONESIASATU.COM – Telah terjadi kebaran sebuah toko di Bangsri, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (17/9/2024) pukul 07:45 WIB.
Kebakaran diduga dipicu dari baterai sepeda listrik yang di charger terlalu lama, dan dibiarkan berada di dalam toko, hingga akhirnya meledak menimbulkan kebakaran.
Menurut informasi kebakaran diketahui setelah pemilik toko Karjuni hendak membuka ruko yang berada di depan rumah tinggal.
Saat itu melihat ada kepulan asap dari dalam ruko yang sebelumnya terkunci.
Setelah dicek ternyata sepeda listrik terbakar, sementara posisi sepeda listrik dalam keadaan sedang dicharger.
Tak hanya sepeda listrik saja yang terbakar namun seisi toko habis terbakar dan akhirnya padam setelah datang mobil pemadam kebakaran.
Diduga kebakaran dipicu over charging sepeda listrik yang lupa tidak dicopot sebelumnya, hingga baterai listrik meledak.
Peristiwa kebakaran charger sepeda listrik di Purwantoro mengingatkan kita akan pentingnya memahami risiko dalam mencharger baterai listrik.
Resiko motor listrik ataupun sepeda listrik terbakar yang rata-rata menggunakan baterai Litium.
Baterai litium itu rata-rata eksplosif ada risiko terbakar, tetapi bisa kita antisipasi.
Lalu apa saja yang menyebabkan terbakar, maka itu yang perlu kita pelajari.
Yang menyebabkan baterai litium terbakar, berikut penjelasan seorang mekanik baterai listik di akun YouTube Dul Teknik, yang mengungkaop empat faktornya baterai litium meledak, simak penjelasannya:
Over charging
Over charging atau mengalami pengisian yang berlebihan, penyebabnya bisa jadi charger nya tidak sesuai dengan spesifikasi.
Kemudian chargernya ngerem mendeteksi over charging kemudian cut off (ibarat rem) yang berulang kali, hingga pada saat cut nya gagal dan kelamaan di charge hingga bisa menyebabkan baterai meledak.
Untuk itu chargernya harus sesuai dengan spesifikasi, selain itu baterai tidak balance, meskipun charger sesuai spesifikasi juga bisa menyebabkan meledak.
Terkait kasus ini harusnya tidak akan terjadi jika baterainya dirakit oleh mekanik yang profesional.
Over discharging
Adalah pengurasan berlebih, kemampuan sel yang di charge dengan arus yang terlalu tinggi, untuk itu baterai listrik jangan di charege asal, sesuai kemampuan selnya, agar aman.
Over temperatur, over temperatur atau temperatur yang berlebihan itu bahaya, untuk temperatur baterai listrik maksimal adalah 50 derajat
Benturan, benturan juga sangat berbahaya, sekali benturan keras bisa menyebabkan ledakan, bahkan kondisi kosong pun masih ada potensi untuk keluar api, ini yang bahaya.
Namun demikian semua risiko di atas sudah diproteksi dengan namanya BMS (Battery Management System), maka kualitas BMS sangat penting untuk menjaga baterai tidak sampai meledak.
Proteksi BMS bagi kendaraan berbaterai litium itu sangat penting, karena tanpa melengkapi BMS sama saja menyimpan bom waktu, bisa meledak sewaktu-waktu.
Sementara ledakan baterai akibat benturan bisa diminimalisir dari bawaan box pelindung baterai itu sendiri. **


