KITAINDONESIASATU.COM – Seorang remaja pengendara sepeda motor tewas ketika menghantam bak belakang truk di ruas Jalan Raya Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Sabtu (7/6/2025) pagi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05:15 WIB ini diduga korban yang membonceng Suhadi (42) warga Desa Kaliasri, Kalipare, Kabupaten Malang mengantuk hingga sepeda motor tak tak terkendali hingga menabrak bak truk.
Seperti kita ketahui kondisi ini disebut microsleep adalah kondisi di mana pengemudi tidur selama 1–10 detik tanpa sadar.
Dalam kecepatan 100 km/jam, 5 detik tidur setara dengan melaju 140 meter tanpa kendali ini merupakan kecelakaan paling berbahaya.
Akibat kejadian itu pengemudi sepeda motor atas nama Aan Umar Dani (22) pemuda warga Desa Tumpakrejo, Kalipare setelah mendapat perawatan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.
Korban luka parah bagian kepala hingga akhirnya nyawa tak tertolong sementara yang diboceng atas nama Suhadi mengalami luka para dan masih dirawat intensif di rumah sakit.
Menurut informasi dari Kasatlantas Polres Malang, Iptu Muhammad Alif Chelvin Arliska menjelaskan kecelakaan terjadi di sekitar Tugu Pancasila Ngebruk.
Korban mengendarai sepeda motor Genio melaju dari arah timur ke arah barat, dalam perjalanan diduga korban mengantuk hingga kendaraan melaju tak terkendali dan menabrak bagian bak belakang truk Toyota Dyna yang melaju di depannya.
Truk Dyna yang melaju di depannya dikemudikan Mardi (67) warga Desa Tumpakrejo, Kalipare saat itu melaju normal sementara pengendara motor diduga melaju kencang di belakangnya.
Karena jarak terlalu dekat korban yang diduga mengantuk tak sempat melakukan pengereman hingga menabrak bak truk di depannya.
Kasus kecelakaan ini sekarang sudah dalam penanganan Satlantas Polres Malang, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, dan mengamankan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan dan korban luka langsung dievakuasi ke rumah sakit.
Pengendara megantuk sangat berbahaya mengendalikan kendaraan baik roda dua maupun roda empat, penyebab dan mekanisme kecelakaan akibat mengantuk penurunan fungsi kognitif dan motorik.
Sehigga mengantuk menyebabkan penurunan perhatian, respons refleks yang lambat, dan kemampuan pengambilan keputusan yang buruk.
Reaksi terhadap situasi darurat (misalnya: kendaraan tiba-tiba berhenti di depan) menjadi terlambat atau tidak ada sama sekali.
Di Indonesia, menurut Korlantas Polri (data beberapa tahun terakhir), sekitar 15% kecelakaan besar di jalan tol dikaitkan dengan pengemudi yang mengantuk. **


