News

Dialog Trump-Zelenskyy: Peluang Damai atau Ancaman Baru untuk Ukraina?

×

Dialog Trump-Zelenskyy: Peluang Damai atau Ancaman Baru untuk Ukraina?

Sebarkan artikel ini
FotoJet 39
Zelenskyy dan Trump di New York. (Foto: Julia Demaree Nikhinson/AP)

Zelenskyy dan Trump di New York. (Foto: Julia Demaree Nikhinson/AP)

KITAINDONESIASATU.COM – Bertempat di Trump Tower, New York,
Donald Trump bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dalam pertemuan yang dianggap krusial bagi hubungan kedua negara.

Pertemuan ini terjadi di tengah ketegangan antara Ukraina dan Partai Republik, dengan kekhawatiran bahwa jika Trump memenangkan pemilu pada November mendatang, bantuan militer AS ke Ukraina bisa terhenti.

Trump menyatakan bahwa ia memiliki hubungan baik dengan Zelenskyy dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan percaya jika terpilih kembali, ia dapat menyelesaikan konflik di Ukraina dengan cepat.

Sementara itu, Zelenskyy menekankan bahwa perang harus dihentikan, dengan Ukraina keluar sebagai pemenang dan Putin tidak boleh menang. Ia juga ingin mendiskusikan lebih lanjut rencana damai.

Pertemuan tersebut juga mengingatkan pada skandal 2019 saat Trump meminta Zelenskyy untuk menyelidiki Joe Biden, yang berujung pada proses pemakzulan Trump.

Namun, Trump berterima kasih kepada Zelenskyy karena mendukungnya selama skandal itu dengan menyangkal adanya tekanan dari pihak Trump. Zelenskyy pada saat itu memang menyatakan bahwa tidak ada pemerasan yang dilakukan oleh Trump.

Pertemuan ini kemungkinan menjadi kesempatan terakhir bagi Zelenskyy untuk memperbaiki hubungannya dengan Trump, yang beberapa kali memuji Putin dan menyatakan keinginan untuk menghentikan bantuan ke Ukraina guna memaksa negosiasi damai, terlepas dari syarat-syarat yang diajukan.

Zelenskyy menggambarkan pertemuan tersebut sebagai sangat produktif, di mana mereka mendiskusikan rencana kemenangan Ukraina dan menyepakati bahwa Putin tidak boleh menang.

Setelah bertemu dengan Trump, Zelenskyy juga sempat bertemu dengan Joe Biden dan Kamala Harris di Gedung Putih.

Harris menegaskan bahwa beberapa usulan perdamaian yang diajukan oleh pihak tertentu lebih mirip dengan usulan Putin dan tidak dapat diterima.

Ketegangan antara Trump dan Zelenskyy meningkat setelah Zelenskyy menyatakan bahwa ia ragu Trump tahu bagaimana cara mengakhiri perang di Ukraina. Trump menanggapi dengan mengejek Zelenskyy, mengklaim bahwa kesepakatan damai apa pun, bahkan yang buruk sekalipun, lebih baik daripada kondisi saat ini.- ***

Sumber: The Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *