Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kekuatan mesin partai. Jika dukungan dari partai pengusung Paman Birin tetap solid, mesin partai masih bisa berfungsi untuk menggerakkan dukungan, terutama di basis tradisional. “Secara keseluruhan, peluang Acil Odah akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ini, dan penurunan elektabilitas sangat mungkin terjadi,” tutup Ketua Jaringan Intelektual Muda Kalimantan (Jimka) ini.
Shiddiq juga memprediksi bahwa dampak OTT KPK ini dapat memengaruhi peta Pilkada di 13 kabupaten/kota di Kalsel. Di daerah-daerah yang berada di bawah pengaruh politik Paman Birin dan keluarganya, calon kepala daerah yang sebelumnya bergantung pada dukungan gubernur akan menghadapi tantangan yang lebih besar.
Pemilih yang memiliki ikatan emosional atau ketergantungan politik pada gubernur mungkin akan beralih dukungan jika merasa bahwa nama besar yang selama ini mereka andalkan telah kehilangan legitimasi.
Di sisi lain, lawan politik di daerah tersebut bisa memanfaatkan situasi ini untuk mengonsolidasikan kekuatan dan menyusun strategi kampanye yang lebih agresif. “Mereka dapat menjadikan Pilkada ini sebagai momen untuk perubahan, terutama setelah terjadinya dugaan kasus korupsi yang menimpa gubernur, dan mempresentasikan narasi bahwa daerah memerlukan kepemimpinan baru yang lebih bersih,” ujarnya. (Anang Fadhilah)


