KITAINDONESIASATU.COM – Para Taipan terkemuka Indonesia, termasuk Anthoni Salim, Prajogo Pangestu, dan Franky Widjaja, berkumpul di Istana Negara, Rabu, 4 September 2024.
Mereka hadir untuk menyambut kedatangan Paus Fransiskus yang sedang berkunjung ke Indonesia selama 3 hari, dan istana negara menjadi tujuan pertama Sri Paus.
Sejak pukul 08.53 WIB, tokoh-tokoh masyarakat, duta besar, pejabat tinggi, dan pengusaha papan atas mulai berdatangan yang menantikan momen bersejarah ini penuh semangat.
Di antara mereka yang hadir, tampak CEO Salim Group, Anthoni Salim, mantan petinggi Sinarmas, Gandhi Sulistyo, pendiri Barito Pacific, Prajogo Pangestu, Direktur Utama Golden Agri-Resources, Franky Oesman Widjaja dan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Arsjad Rasjid.
Gandhi Sulistyo menyatakan kekagumannya terhadap pidato yang disampaikan oleh Paus Fransiskus.
Menurutnya, pesan perdamaian yang disampaikan oleh Sri Paus sangat penting untuk tidak hanya didengarkan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan bernegara.
“Sangat adem dan damai. Dunianya harus damai. Kami harap itu stabil, damai, rukun jadi kita bisa maju,” ujarnya kompleks Istana Kepresidenan, seperti diunggah akun Instagram @chindovoice.id, Kamis 5 September 2024.
Franky Oesman Widjaja, sejalan dengan pandangan Gandhi, mengaku tersentuh oleh pidato yang diyakininya sangat menginspirasi semua orang.
Ia menilai bahwa nilai-nilai luhur di Indonesia, terutama keberagaman, terus menjadi fokus perhatian Paus Fransiskus.
“Sangat bagus sekali. itulah ciri khas kita yang harus terus dilestarikan, dan beliau senang sekali bahwa hidup ini harus saling menghormati. Poin ini saya rasa inti dari beliau punya kunjungan ini,” kata Franky.
Semua agama mengajarkan kebaikan dalam hubungan antarmanusia dan dengan Tuhan untuk menjadi lebih baik.
Dalam pengalamannya melihat Paus Fransiskus secara langsung, dia merasakan aura yang sejuk dan penuh harmoni yang dibawa oleh sang Paus.
“Semoga dia datang ke sini bisa indonesia bisa lebih sejuk harmonis. Ini juga ada pergantian presiden mudah-mudahanan ada keberlanjutan yang baik, menuju Indonesia Emas 2045 menjadi lebih baik lagi,” pungkas Franky. (*)

