KITAINDONESIASATU.COM – Geombang demo menolak Revisi UU TNI oleh DPR-RI terus berlanjut hingga di daerah, salah satunya di Kota Kediri, Kamis (27/3/2025) berlangsung hingga malam.
Para aktivis yang tergabung dalam Aliansi Sekartaji menggalar aksinya sejak siang hingga malam hari di depan Gedung DPRD Kota Kediri, Jl Mayor Bismo.
Dalam aksi demo itu terjadi bentrokan antara aparat dan massa demonstran hingga berlanjut rusuh, massa aksi melempari petasan kembang api dan bom molotov ke arah Brimob dan TNI.
Acara Net TV Jumat, 28 Maret 2025: ada Series Cinta Cinderella hingga MDTV Sinema Layla Majnun
Petugas keamanan gabungan TNI Polri ini berusaha membubarkan massa aksi secara paksa karena dinilai telah membahayakan keselamatan umum.
Gedung DPRD juga menjadi sasaran tembakan petasan kembang api dan molotov hingga menyebabkan beberapa objek terbakar.
Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji mengatakan melakukan pembubaran setelah situasi semakin tidak terkendali.
Demo yang tadinya berlangsung damai berubah brutal dan anarkis karena massa mulai mendorong barikade polisi kemudian menyalakan petasan dan melempar molotov ke area gedung DPRD Kota Kediri.
Jadwal Acara MNCTV Jumat, 28 Maret 2025: ada DMD Panggung Rezeki dan Cinta di Balik Awan
Korbaran api molotov sempat terjadi di pagar depan gedung DPRD hingga akhirnya dipadamkan petugas.
Menjelang sore hari sekitar pukul 18:30 WIB terjadi bentrok antara massa dan aparat, polisi pun kemudian membubarkan massa dengan mobil water canon dan formasi tameng.
Massa berusaha dibubarkan ke arah selatan kawasan Jl Mayor Bismo hingga terjadi kemacetan panjang kendaraan lalu lintas di daerah itu.
Setelah upaya pembubaran massa demo anti Revisi UU TNI apara kemudian mengamankan 21 orang dari demonstran yang membawa benda berbahaya.
Sebanyak 21 aktivis digiring ke Polrees Keidir Kota untuk di data dan diperiksa satu persatu oleh aparat kepolisian.
Kapolres Bramastyo mengakui jika hingga saat ini terdapat 21 orang yang diamankan, karena dari mereka ditemukan barang-barang berbahaya.
Audensi DPRD Kota Kediri
Sebelumnya massa aksi sekitar pukul 11:00 WIB melakukan audensi di ruang Komisi A DPRD Kota Kediri, salah poin tuntutan adalah terkait kejelasan Revisi UU TNI.
Massa meminyta DPRD untuk berkomunikasi dengan DPR RI terkait ngambangnya RUU yang sudah disahkan seperti apa.
Mahasiswa juga mempersoalkan pertimbangan ketika TNI masuk ke ranah narkotika yang seharusnya merupakan ranah polisi.
Acara SCTV Jumat, 28 Maret 2025: Suguhan Sinetron Sore Hingga Malam Hari Diakhiri Inbox Nite
Formatur HMI Cabang Kediri, Bagus Tri Yulianto mengungkap agar pemerintah terbuka dengan setiap kebijakan yang dibuat.
Ketua DPRD Kota Kediri, Firdaus mengatakan pihaknya akan menampung aspirasi tersebut, dan dalam audensi pihaknya juga berusaha menjawab semuat tuntutan massa aksi. **


