Aksi di Surabaya dimulai dengan orasi damai, namun situasi memanas ketika demonstran mencoba menerobos garis polisi.
Polisi menggunakan water cannon untuk membubarkan massa yang mulai anarkis.
Beberapa jurnalis juga melaporkan mengalami kekerasan saat meliput aksi tersebut.
Aksi di Daerah Lain
Demonstrasi juga terjadi di berbagai kota lain seperti Palangkaraya, Kupang, Cirebon, Kuningan dan Sukabumi.
Di Palangkaraya, mahasiswa melakukan aksi di depan DPRD Kalimantan Tengah dengan membawa spanduk penolakan dan menyuarakan tuntutan agar UU TNI dibatalkan.
Di Kupang, mahasiswa melakukan protes yang cukup emosional, bahkan beberapa dari mereka mengalami luka akibat bentrokan dengan aparat saat berusaha memasuki gedung DPRD.
Di Cirebon, aksi unjuk rasa tercoreng oleh tindakan penyusup yang melakukan aksi anarkis dengan melempar bom molotov.
Di Kabupaten Kuningan dan Sukabumi, aksi juga sempat tegang karena terjadi bentrokan dengan aparat yang melakukan penjagaan sangat ketat.





