Berita UtamaNews

Dampak Kekeringan, Pemkab Bekasi Perpanjang Masa Tanggap Darurat

×

Dampak Kekeringan, Pemkab Bekasi Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Sebarkan artikel ini
kemarau
Ilustrasi lahan yang kekeringan (Dok Kis)

KITAINDONESIASATU.COM – Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan Kabupaten Bekasi yang sudah berlaku sejak tanggal Agustus hingga 12 September 2024, rencananya akan diperpanjang oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai hari ini hingga tujuh hari ke depan atau terhitung mulai tanggal 12 September hingga 19 September 2024.

Hal itu diungkap Pj Bupati Bekasi Dedy Supriyadi saat dikonfirmasi usai menggelar rapat monitoring dan evaluasi penanganan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan di posko utama Kantor BPBD Kabupaten Bekasi.

“Kemungkinan status tanggap darurat bencana kekeringan di Kabupaten Bekasi ini akan dilanjutkan selama tujuh hari kedepan. Dikarenakan masih terdapat beberapa penanganan yang belum dientaskan pada lokasi-lokasi terdampak lainnya,” kata Dedy Supriyadi pada Rabu (11/09).

Untuk diketahui, bahwa sebelumnya Pemkab Bekasi telah secara resmi menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan selama dua pekan, sedangkan untuk perpanjangan masa tanggap darurat itu bergantung pada kondisi secara faktul.

Dedy menyatakan dari hasil evaluasi upaya penanggulangan bencana kekeringan yang dilakukan Pemkan Bekasi serta melibatkan seluruh stakeholder lainya, telah berjalan serta juga mulai dirasakan efektif dan sudah berdampak positif bagi masyarakat khususnya yang mengalami Kekeringan.

“Terutama kekeringan yang berada di area persawahan milik petani, dari hari ke hari yang sebelumnya terancam atau terdampak ini semakin berkurang, karena kita saat ini paralel melakukan upaya-upaya kongkrit baik melalui kegiatan normalisasi maupun pengangkutan sampah yang berada di aliran sungai,” ujarnya.

Menurutnya, selama pemberlakuan status tanggap darurat bencana kekeringan sudah kondisi di sejumlah wilayah sudah mulai teratasi. Hal itu bisa dilihat dari angka jumlah lahan pertanian terdampak kekeringan saat ini sudah mengalami penurunan jumlahnya, saat ini hanya menyisakan 2.499 hektar sawah yang masoh mengalami kekeringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *