KITAINDONESIASATU.COM – Erupsi Gunung Semeru pada Kamis 20 November 2025 menimbulkan dampak signifikan bagi sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang.
Tiga warga dilaporkan mengalami luka berat, sementara puluhan rumah rusak akibat material vulkanik erupsi Gunung Semeru yang menerjang permukiman.
Kerusakan terparah terjadi di Desa Supiturang dan Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.
Ketiga korban luka berat telah dibawa ke RSUD Dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan perawatan. Selain itu, tercatat 21 rumah mengalami rusak berat dan lebih dari 200 hektare lahan pertanian terdampak material erupsi.
Status Awas Erupsi Gunung Semeru
Pemerintah Kabupaten Lumajang menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari, mulai 19 hingga 25 November 2025.
Aktivitas Semeru juga berada pada level tertinggi, yakni level IV atau Awas. BNPB turun langsung mendampingi BPBD dalam penanganan darurat serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
Bantuan logistik telah disalurkan, mulai dari matras, terpal, selimut, masker medis, hingga makanan siap saji dan paket sembako.
Bantuan tersebut didistribusikan kepada warga yang rumahnya terdampak maupun masyarakat sekitar yang terpapar abu vulkanik.
Hingga laporan terakhir, dua titik pengungsian menampung ratusan warga, yaitu SMP 02 Pronojiwo dan SDN 04 Supiturang.
Warga yang mengungsi tetap menjalankan aktivitas sehari-hari sembari membersihkan rumah dan lingkungan mereka dari abu vulkanik.
Pelayanan dasar di pengungsian dipastikan berjalan optimal dengan dukungan berbagai pihak, termasuk penyediaan dapur umum serta pelayanan kesehatan oleh dinas terkait.(*)




