Daerah

Semeru Kembali Bergolak: 4 Kali Letusan Terekam, PVMBG Keluarkan Peringatan Serius

×

Semeru Kembali Bergolak: 4 Kali Letusan Terekam, PVMBG Keluarkan Peringatan Serius

Sebarkan artikel ini
gunung_semeru
Gunung Semeru

KITAINDONESIASATU.COM – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitasnya yang mengkhawatirkan. Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang berada di perbatasan Lumajang dan Malang, Jawa Timur itu tercatat meletus hingga empat kali dalam kurun waktu beberapa jam pada Kamis (12/3) dini hari, dengan tinggi kolom abu mencapai ratusan meter ke udara.

Letusan pertama terjadi sekitar pukul 00.27 WIB, namun visual kolom erupsi belum dapat teramati. Hanya berselang empat menit, tepatnya pukul 00.31 WIB, Semeru kembali erupsi meski kolom letusannya juga belum terlihat secara jelas.

Aktivitas vulkanik semakin intens saat pagi menjelang. Pada pukul 05.28 WIB, gunung dengan ketinggian 3.676 mdpl itu kembali memuntahkan abu vulkanik dengan kolom letusan mencapai sekitar 600 meter di atas puncak, atau sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menyebutkan kolom abu yang keluar berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah utara.

Tak berhenti di situ, hanya 18 menit kemudian, tepat pukul 05.46 WIB, Semeru kembali meletus untuk keempat kalinya. Kali ini tinggi kolom letusan terpantau sekitar 300 meter di atas puncak atau mencapai 3.976 meter di atas permukaan laut, dengan arah sebaran abu masih menuju utara.

Saat ini, status aktivitas Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah peringatan keras bagi masyarakat.

Warga dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak, yang merupakan pusat erupsi. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa menjalar hingga 17 kilometer dari puncak.

Tak hanya itu, aktivitas masyarakat juga dilarang dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena ancaman lontaran batu pijar yang sangat berbahaya.

PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta banjir lahar yang dapat mengalir melalui sungai-sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *