Wilayah tersebut juga dilintasi lebih dari 115 sungai sehingga pembangunan jembatan menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menunjang mobilitas masyarakat.
Abdusy Syakur menilai keberadaan Infrastruktur Garut seperti Jembatan Garuda tidak hanya berkaitan dengan akses transportasi. Jembatan tersebut juga diharapkan memberikan dampak terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Mulai dari akses menuju fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi warga dapat terbantu dengan beroperasinya jembatan tersebut. Karena itu, pemerintah daerah menyambut baik pembangunan yang dinilai menjawab kebutuhan masyarakat.
Bupati juga meminta pemerintah desa bersama masyarakat ikut menjaga kondisi Jembatan Garuda Pameungpeuk. Pemeliharaan secara bersama-sama dinilai penting agar fasilitas yang telah dibangun tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih mengatakan pembangunan jembatan dilakukan untuk memangkas jarak sekaligus menghemat waktu perjalanan warga.
Sebelum Jembatan Garuda Pameungpeuk tersedia, masyarakat harus menggunakan jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih panjang. Kini, perjalanan untuk menyeberang dari satu wilayah ke wilayah lainnya dapat dilakukan hanya dalam waktu sekitar dua menit.





