“Ide kolaborasi industri kulit Garut bersama IPB muncul karena kami melihat peluang untuk menguatkan kembali sektor ini. AIC dapat berperan menyediakan teknologi, akses pasar, hingga jejaring internasional,” kata Kevin Evans.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur IPB University, Heti Mulyati, berharap pengembangan industri kulit Garut dapat menghasilkan produk unggulan yang mampu bersaing di pasar global.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah untuk memperkuat ekosistem industri kulit Garut dari hulu hingga hilir.
“Semoga kolaborasi industri kulit Garut antara universitas dan pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah, dapat semakin memperkuat sektor ini,” ujarnya.***
