Ia menambahkan, penguatan SDM unggul Garut dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan industri.
Dengan begitu, program peningkatan keterampilan kerja di Garut bisa langsung berdampak pada penyerapan tenaga kerja.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Yayan Gunawan, mengungkapkan sebanyak 160 peserta mengikuti pelatihan yang terbagi dalam 10 kejuruan.
Seluruh peserta pelatihan BLK Garut 2026 dibekali materi berbasis SKKNI, mencakup teori dan praktik intensif.
Bidang pelatihan yang tersedia cukup beragam, mulai dari barista, desain grafis, service HP, hingga pengelasan.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat terciptanya SDM unggul Garut melalui program peningkatan keterampilan kerja di Garut yang terstruktur.
Salah satu peserta, Salsa Wilia Rahma, mengaku puas dengan pelatihan yang diikutinya. Ia menilai pelatihan BLK Garut 2026 berjalan disiplin dengan fasilitas lengkap dan materi yang mudah dipahami.
Menurutnya, pengalaman tersebut semakin memperkuat kesiapan dirinya untuk bersaing di dunia kerja. Hal ini menjadi bukti bahwa SDM unggul Garut bisa terbentuk melalui program peningkatan keterampilan kerja di Garut yang tepat sasaran.


