Menurutnya, suara anak perlu mendapatkan ruang karena generasi muda merupakan kelompok yang akan merasakan dampak kondisi lingkungan dalam jangka panjang.
“Suara anak harus didengar karena mereka adalah generasi yang akan menerima dampak langsung dari kondisi lingkungan di masa mendatang. Karena itu, keterlibatan anak dalam menjaga dan memperjuangkan lingkungan yang sehat harus terus didorong,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Melalui seminar tersebut, DLH Garut berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap persoalan lingkungan. Mereka didorong tidak hanya memahami isu lingkungan, tetapi juga mampu mengambil langkah nyata di lingkungan masing-masing.
Dorong Lahirnya Young Environmental Activist
Kegiatan ini sekaligus diarahkan untuk mendorong lahirnya lebih banyak Young Environmental Activist, yakni generasi muda yang memiliki pengetahuan, kepedulian, serta keberanian untuk terlibat dalam upaya perlindungan lingkungan.
Keterlibatan anak dan pemuda dinilai penting untuk membangun kebiasaan menjaga lingkungan sejak dini. Salah satunya melalui kepedulian terhadap pengurangan dan pengelolaan sampah organik dari sumbernya.
DLH Kabupaten Garut juga menilai perlindungan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan pemenuhan hak anak. Lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan berkelanjutan merupakan bagian penting dalam menciptakan ruang tumbuh yang layak bagi generasi masa depan.
Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, masyarakat, komunitas, anak, dan pemuda semakin kuat dalam mewujudkan lingkungan Kabupaten Garut yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.***





