Menurutnya, perpustakaan saat ini tidak lagi hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi telah berkembang menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat.
Sementara arsip disebut memiliki fungsi penting sebagai sumber dokumentasi dan memori kolektif masyarakat.
“Melalui momentum Hari Perpustakaan ke-46 dan Hari Kearsipan ke-55 ini, kami ingin mengajak masyarakat meningkatkan budaya baca, budaya belajar, serta kesadaran dalam pengelolaan arsip yang baik dan tertib,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Disarpus Sumedang juga mengungkap capaian positif di bidang literasi.
Kabupaten Sumedang berhasil menempati peringkat ketiga tingkat gemar membaca dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Capaian tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya budaya literasi masyarakat berkat kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, komunitas literasi, hingga partisipasi masyarakat.
Hari Tri Santosa menjelaskan keberhasilan itu tidak terlepas dari berbagai program literasi yang terus dijalankan secara konsisten.
