KITAINDONESIASATU.COM – Saat ini, Kabupaten Garut belum memiliki city branding yang jelas. Kepala Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Aulia Malik, mengakui bahwa hal ini menjadi tantangan tersendiri.
Oleh karena itu, pihaknya mengundang berbagai pihak untuk menentukan arah identitas kota Garut.
“Apa yang ingin kita fokuskan, apakah wisata atau yang lainnya? Dengan kegiatan ini, kami berharap dapat lebih fokus dalam merumuskan city branding Garut,” ujar Aulia usai rapat persiapan pengembangan program city branding, dikutip Sabtu 19 Oktober 2024.
Acara yang berlangsung di Aula Kantor Disparbud ini bertujuan untuk mencari identitas khas Kabupaten Garut dalam konteks branding.
Dalam rapat tersebut, strategi promosi identitas Garut sebagai destinasi unggulan juga dibahas. Beberapa langkah yang direncanakan termasuk pengembangan konten digital, kolaborasi dengan content creator dan influencer, serta penyelenggaraan berbagai event budaya dan pariwisata.
Selain itu, akan ada kerjasama dengan sektor swasta dan pemerintah untuk memperkuat citra Garut sebagai kota wisata.
“Lomba foto dan videografi akan menjadi dasar untuk branding pariwisata dan akan berlanjut sebagai bagian dari lomba city branding tahun 2025,” jelas Aulia.
Aulia menambahkan, rapat tersebut berhasil mengumpulkan pandangan strategis untuk memajukan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif. Berbagai pihak, termasuk perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Bappeda, Diskominfo, serta komunitas fashion, turut hadir.
Visi utama program city branding adalah menjadikan Garut sebagai destinasi unggulan yang dikenal di tingkat nasional dan internasional. Fokusnya adalah mengedepankan keunikan budaya lokal, keindahan alam, dan potensi ekonomi kreatif yang berkelanjutan.


