KITAINDONESIASATU.COM-Pemerintah China dan Polandia berencana cawe cawe alias turun tangan guna mensukseskan program Makan Siang Bergizi yang digagas Presiden Prabowo.
China siap mendukung Makan Siang Bergizi dalam hal pendanaan. Dukungan tersebut diungkapkan kala Prabowo bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping.
Program makan siang bergizi gratis itu pun dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) antaran Pemerintah China dengan Pemerintah Indonesia.
Prabowo bersama Xi Jinping menyepakati pendanaan MoU yang berjudul Food Supplemenation and School Feeding Programme In Indonesia. Akan tetapi, soal berapa besarnya dana yang akan digelontorkan China belum ada rinciannya.
Kunjungan kerja Prabowo Subianto ke China dimulai pada Jumat pekan lalu kemudian diisi juga dengan agenda penting. Termasuk pertemuan dengan pejabat tinggi negara seperti Presiden Xi Jinping, Perdana Menteri Li Qiang, dan Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok Zhao Leji.
Polandia Pengalaman
Sikap cawe cawe juga diungkapan Pemerintah Polandia, lantaran Polandia mempunyai pengalaman sukses mengatasi masalah nutrisi dan menydiakan vitamin bagi anak–anak hanya dalam waktu empat tahun.
Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Polandia untuk Indonesia Maciej Tumulec dalam Perayaan Hari Kemerdekaan Polandia di Jakarta, kemarin.
“Tentunya, kami bisa berbagi dengan Indonesia, kesalahan dan kesuksesan kami karena telah melalui proses ini,” kata Tumulec.
Polandia, kata Tomulec, pernah mengalami krisis masalah gizi anak sekitar 14 tahun yang lalu, terutama bagi anak – anak di golongan kelas menengah kebawah yang menderita kekurangan makanan di sekolah.
Atas dasar itu, Pemerintah Polandia kala itu menawarkan program yang merreka sebut ‘segelas susu’. Namun, bukan hanya susu, program ini pun menyediakan paket makanan lengkap termasuk buah segar.
“Kami melakukannya hanya berlangsung empat tahun. Anda tahu, pada akhirnya usai empat tahun itu kami sukses. Tidak ada lagi masalah dengan nutrisi dan menydiakan vitamin bagi anak – anak, dan saya percaya di Indonesia,” katanya.
Bahkan, Tumulec mengatakan bahwa Polandia bukan hanya produsen pangan terbesar di Eropa, melainkan sangat kuat dalam industri pengolahan.
Sehingga, tidak hanya sekadar berbagi pengalaman, negaranya pun siap memberikan bantuan teknis dan pengetahuan untuk melakukan program makan siang bergizi.
“Polandia, salah satu produsen pangan terbesar di Eropa. Kami siap berkontribusi terhadap ketahanan pangan Indonesia dan meningkatkan kerja sama di bidang industry pengolahan pangan,” tegas Tumuec.
“Kami siap mendukung pemerintahan baru dalam melaksanaan program Makan Sang Bergizi,” ujar Tumulec.
Progran Makan Siang Bergizi akan dilakukan secara bertahap untuk 82,9 juta anak dengan aokasi dana sebesar Rp 400 triliun,


