KITAINDONESIASATU – Pimpinan DPRD DKI Jakarta meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menguatkan sinergi dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) guna mencegah maraknya tawuran di kalangan remaja. Terlebih kerap memakan korban jiwa.
Alia Noorayu Laksono, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta berharap dengan adanya sinergi dengan OPd dapat menyelesaikan permasalah tawuran tersebut.
“Jadi, saya minta Satpol PP agar lebih serius menangani tawuran dan menggandeng mitra-mitra lain agar permasalahan ini bisa segera diselesaikan,” ujar Alia dikutip dari situs DPRD Jakarta, Jumat (29/11/2024).
Teranyar, Alia mengungkapkan, tawuran yang terjadi di Duren Sawit, Jakarta Timur pada tanggal 21 November 2024 lalu telah memakan satu korban jiwa. Karena itu, perlu adanya langkah pencegahan dan penekanan angka tawuran. Khususnya di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur.
“Dorongan kita di Komisi A itu untuk lebih serius menangani tawuran yang sedang marak. Terutama di Dapil saya. Hampir setiap minggu ada tawuran,” ungkap Alia.
Perangkat daerah lain yang di maksud Alia yakni, Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), serta Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi).
Alia menambahkan, beberapa faktor penyebab terjadinya tawuran yakni masalah ekonomi, pengangguran, hingga pendidikan yang rendah.
“Memang tidak ada one stop solution. Jadi harus ada opsi lapangan kerja, opsi pendidikan, dan pembinaan. Jadi memang approach (pendekatan -Red) harus multi stakeholder,” pungkasnya. ***
Editor Aam Permana S


