News

Cegah Gagal Ginjal, Pemprov DKI Siapkan Sanksi Tegas untuk Penjual Jajanan Berbahaya 

×

Cegah Gagal Ginjal, Pemprov DKI Siapkan Sanksi Tegas untuk Penjual Jajanan Berbahaya 

Sebarkan artikel ini
gagal ginjal
Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Budi Awaluddin [Carlos Roy Fajarta]

Langkah kedua, lanjut Budi, pihaknya melakukan pengawasan terhadap penjual makanan atau minuman di lingkungan sekolah. 

Misalnya, menetapkan persyaratan ketat bagi penjual makanan atau minuman yang beroperasi di lingkungan sekolah, dengan membuat ketentuan hindari makanan yang terlalu mengandung gula, garam dan lemak (GGL).

“Juga hindari makanan berbau tidak sedap atau berjamur, perhatikan makanan kadaluarsa, pisahkan makanan yang mentah dan matang, menjaga kebersihan bahan makanan serta cara menyimpan makanan, termasuk sertifikasi keamanan pangan dan izin operasional,” urainya.

Ia mengatakan, pengawasan ketat didukung dengan inspeksi rutin terhadap penjual makanan atau minuman di sekolah untuk memastikan mereka memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. 

Budi menegaskan, pihaknya akan berikan sanksi tegas terhadap penjual yang melanggar peraturan, seperti pencabutan izin berjualan di sekolah atau denda.

Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan survei untuk mengidentifikasi jenis makanan dan minuman yang berpotensi berbahaya yang beredar di lingkungan sekolah. Sampel makanan dan minuman yang dicurigai mengandung zat berbahaya akan diuji laboratorium.

“Kami juga meluncurkan kampanye bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya gagal ginjal akut pada anak dan pentingnya memilih makanan yang sehat serta melatih petugas kesehatan sekolah untuk melakukan deteksi dini gejala gagal ginjal akut pada anak,” kata Budi.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan bersama Dinas Kesehatan DKI terus melakukan pemantauan dan perkembangan kasus gagal ginjal akut pada anak di Jakarta. Ia beserta jajaran mengembangkan kebijakan bersama terkait pengawasan keamanan pangan di lingkungan sekolah dan memastikan siswa yang mengalami gejala gangguan ginjal dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *