Barnas mengatakan alasan pelaksanaan CFD dilaksanakan sebulan dua kali, agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tetap bisa memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, serta agar masyarakat tidak bosan.
“Kita gembira bersama-sama, tidak ada yang sedih dan lain sebagainya, lalu kita ada nanti bagi misalnya sekarang kita bagi sayur gratis, mungkin kita besok beras gratis, dan seterusnya, dan juga kami akan melibatkan unsur-unsur dunia usaha, agar membahagiakan masyarakat Garut kurang lebih seperti itu,” katanya.
Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, turut mendukung keberlanjutan CFD. Menurutnya, selain sebagai ajang olahraga, CFD juga memberi manfaat ekonomi bagi PKL di lokasi relokasi sementara di Pasar Baru melalui Festival Belanja. Ia berharap CFD terus dipertahankan dan dipercantik.
“Bahkan saya sudah bersama-sama Pak Pj Bupati menganggarkan di akhir tahun ini untuk memperindah tempat ini, supaya nanti di sini lebih tertatalah, lebih menarik lagi,” ungkap Aris.
Di tempat yang sama Kepala Bappeda Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, menjelaskan bahwa Festival Belanja kali ini diikuti oleh 31 Puskesmas, yang akan bergiliran mendukung para PKL di lokasi relokasi. Penilaian festival meliputi kesesuaian belanja, variasi, dan ketepatan waktu.
Dalam kesempatan yang sama, Dinas Pertanian Kabupaten Garut juga turut berpartisipasi dengan menyiapkan Mobil Agro Klinik dan membagikan 600 paket sayuran gratis kepada masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian, Haeruman, menyebut sayuran tersebut diambil dari sentra sayur di Cikajang dan Cisurupan, dengan rencana menambah jumlah paket pada CFD mendatang serta melibatkan Dinas Ketahanan Pangan untuk menambahkan protein dalam paket.
Pihaknya menyiapkan Mobil Agro Klinik sebagai salah satu wahana edukasi untuk masyarakat, terkait dengan cara penanganan salah satunya hama penyakit tanaman. ***


