News

Cap Go Meh Kota Bogor Digelar di Tengah Ramadhan, Begini Konsepnya

×

Cap Go Meh Kota Bogor Digelar di Tengah Ramadhan, Begini Konsepnya

Sebarkan artikel ini
IMG 20260224 212109
Suasana konferensi pers Cap Go Meh – Bogor Street Festival 2026 yang mengusung tema Harmony in Diversity, membahas konsep perayaan Cap Go Meh yang berlangsung beriringan dengan bulan suci Ramadhan di Kota Bogor. (Kis)

KITAINDONESIASATU.COM- Perayaan Cap Go Meh – Bogor Street Festival 2026 (CGM–BSF) akan digelar pada 1–3 Maret 2026 di kawasan Suryakencana (Surken), Kota Bogor, dengan mengusung tema “Harmony in Diversity.” Tahun ini memiliki arti khusus karena perayaan Cap Go Meh berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

Ketua Panitia CGM–BSF 2026, Arifin Himawan, menyatakan bahwa pertemuan dua momentum tersebut justru menjadi kekuatan utama festival tahun ini.

Menurutnya, Bogor ingin menunjukkan bahwa tradisi budaya dan nilai spiritual dapat berjalan beriringan dalam ruang publik yang tertib dan saling menghormati.

“Bertemunya Cap Go Meh dan Ramadhan bukan persoalan bagi Bogor, justru ini pesan kuat bahwa kota ini mampu merayakan budaya tanpa meninggalkan nilai spiritual. Inilah wajah Bogor yang sesungguhnya: tradisinya hidup, masyarakatnya rukun, dan ruang publiknya milik semua,” ujarnya, Selasa 24 Febuari 2026.

Baca Juga  50 Anak Yatim Bogor Belanja Baju Baru Ditemani Wali Kota

Ia menambahkan, seluruh rangkaian CGM–BSF 2026 dirancang dengan pendekatan yang menghormati suasana Ramadhan, baik dari sisi konsep acara, pemilihan waktu kegiatan, hingga penguatan unsur sosial dalam festival.

Rangkaian kegiatan akan diawali pada 1 Maret 2026 dengan Buka Bersama 400 Anak Yatim di Pelataran Vihara Dhanagun. Anak-anak yatim tersebut berasal dari perwakilan 6 kecamatan di Kota Bogor sebagai simbol kepedulian sosial dan semangat berbagi di bulan Ramadhan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pembukaan resmi Pasar Malam Jadoel CGM–BSF 2026.Selama 1–3 Maret 2026, kawasan Surken akan dihidupkan oleh Pasar Malam Jadoel yang menghadirkan sekitar 120 tenant kuliner, kopi legendaris, serta produk kreatif lokal Bogor.

Baca Juga  Prediksi Cuaca Bogor 18 Desember 2024, Hujan Ringan dan Suhu Capai 29°C

Pasar malam ini dirancang sebagai ruang interaksi warga, wisatawan, dan pelaku usaha dengan memadukan atmosfer budaya Imlek, kehangatan kebersamaan Ramadhan, serta kekayaan kuliner khas Bogor.

Kegiatan berlangsung setiap hari pukul 16.00 – 23.00 WIB.Sebagai puncak rangkaian acara, Parade Budaya CGM akan digelar pada 3 Maret 2026 mulai pukul 21.00 – 23.00 WIB, setelah pelaksanaan sholat tarawih.

Parade tetap menghadirkan kemeriahan tradisi Cap Go Meh, namun dikemas dengan pendekatan yang selaras dengan suasana Ramadhan melalui penampilan marawis, musik religi, serta ekspresi budaya bernuansa kebersamaan dalam konsep yang santun dan tertib.

Baca Juga  Penjualan Turun Biaya Produksi Meningkat, Bridgestone Akan Tutup Pabrik di Belgia

Arifin menegaskan bahwa konsep ini dipilih untuk memastikan festival tetap menjadi ruang perayaan budaya sekaligus mencerminkan penghormatan terhadap momentum keagamaan masyarakat.

“Kami ingin publik melihat bahwa harmoni bukan sekadar slogan acara, tetapi sikap bersama warga Bogor dalam menjaga persaudaraan. Keberagaman di kota ini bukan sesuatu yang harus dijaga dengan jarak, melainkan dirayakan dengan kedewasaan dan saling menghormati,” katanya.

Melalui CGM–BSF 2026, Panitia bersama Pemerintah Kota Bogor berharap festival ini tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga ruang bersama yang memperkuat persatuan warga, menggerakkan ekonomi rakyat, serta menegaskan Bogor sebagai kota yang hidup dalam kebersamaan. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *