KITAINDONESIASATU.COM – Moda transportasi publik TransJatim yang menjadi dambaan masyarakat di Jawa Timur yang murah bakal terancam melaju dalam antrean satu jam sekali, jika sebelumnya setiap 15 menit sekali, Kamis (23/10/2025).
Hal ini terjadi lantara keterbatasan anggaran operasional TransJatim selama setahun penuh mencapai Rp260 miliar, namun anggaran yang tersedia hanya Rp160 miliar.
Dengan demikian selisih Rp100 miliar dari anggaran sebelumnya bisa berpotensi menghentikan sebagian layanan Bus TransJatim hingga sampai bulan Juni atau Juli 2026.
Sementara penyebab keterbatasan anggaran operasional ini akibat kebijakan pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat yang jumlahnya memang menjadi berkurang, ini yang menjadi penyebab utamanya.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono mengatakan jika tidak ada penambahan anggaran, TransJatim yang kini melayani sekitar 200 ribu pengguna harian itu diperkirakan akan terjadi pengurangan operasional bus di bulan Juli 2026 mendatang.
Namun Komisi D DPRD Jatim berjanji akan memperjuangkan anggaran TransJatim tetap penuh selama setahun dan perlu adanya revisi anggaran yang disusun Pemprov Jatim untuk APBD 2026, sehingga bisa memenuhi kebutuhan operasional TransJatim.
“Kami pastikan anggaran akan tetap penuh, layanan publik seperti ini tidak boleh dilihat dari kacamata untung rugi, melainkan kebermanfaatan bagi seluruh rakyat,” kata salah satu anggota Komisi D DPRD Jatim, Dewanti Rumpoko kepada wartawan di Jawa Timur, Rabu (22/10/2025).
Abdul Halim dari ketua Komisi D DPRD Jatim memaparkan durasi TransJatim saat ini memiliki frekuensi tunggu selama 15 menit sekali, nika anggaran tetap diangka Rp160 miliar maka frekuensi bus akan berubah menjadi 1 jam sekali masa tunggunya, tentu ini menjadi tidak efektif bagi masyarakat. **



