KITAINDONESIASATU.COM – Selain Meutya Hafid, Budi Gunawan, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), nama politikus Golkar Nusron Wahid juga disebut-sebut dalam bursa calon menteri pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming, yang biasa disebut Kabinet Prabowo.
Nama Nusron mencuat sebagai kandidat menteri setelah Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyebutnya dalam sebuah acara.
“Pak Nusron cocok jadi menteri. Kader yang bagus juga,” ujar Bahlil.
Bahlil menjelaskan bahwa Nusron, yang hadir dalam rapat tersebut, memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan hubungan erat dengan Prabowo, sehingga layak dipertimbangkan sebagai salah satu kandidat menteri yang akan diajukan Golkar. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Prabowo sebagai presiden terpilih.
“Tapi, saya lihat senyuman Pak Nusron penuh arti. Hubungan komunikasinya dengan Pak Prabowo sangat baik,” tambahnya, disambut antusias oleh kader yang hadir.
Kabar Nusron sebagai kandidat menteri semakin ramai setelah ia bersama Meutya Hafid, politikus Golkar lainnya, bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Dito Ariotedjo, membenarkan pertemuan tersebut namun tidak terlibat langsung dalam agendanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyebut Meutya Hafid menjadi salah satu nama yang diusulkan Golkar sebagai calon menteri di Kabinet Prabowo-Gibran.
Meutya, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR, memiliki pengalaman sebagai mitra kerja Kementerian Pertahanan yang dipimpin oleh Prabowo.
“Meutya sudah masuk dalam daftar, tapi posisi pastinya akan ditentukan oleh presiden terpilih,” ujar Sarmuji.
Selain Meutya dan Nusron, Golkar juga mengusulkan beberapa kader lainnya, meski Sarmuji enggan menyebutkan nama-namanya. Selain itu, nama AHY juga muncul sebagai salah satu calon menteri lulusan SMA Taruna Nusantara, seperti yang diungkap oleh Hashim Djojohadikusumo, Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas).
Di sisi lain, Budi Gunawan juga dikabarkan akan masuk kabinet Prabowo, bersama dengan Abdullah Azwar Anas, Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Keduanya disebut sebagai calon menteri profesional dari PDIP untuk menjaga hubungan baik antara PDIP dan Partai Gerindra, meskipun Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, belum memberikan konfirmasi resmi terkait hal ini.
Hasto hanya berharap kabinet yang dibentuk Prabowo dapat menjawab tantangan ke depan dan meningkatkan optimisme publik.- ***


