KITAINDONESIASATU.COM – Polemik absennya Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, SH, memasuki babak baru. Sudah sebulan tak terlihat berkantor, sejumlah warga melaporkan sang bupati sebagai “orang hilang”.
Kasus ini mencuat setelah beredarnya selebaran bergambar Alvin dengan format layaknya poster orang hilang. Di dalamnya tertulis nama lengkap serta jabatannya sebagai Bupati Buton. Langkah ini diambil warga yang resah karena bupati tak kunjung hadir di tengah masyarakat.
Keresahan itu juga ditindaklanjuti secara resmi oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Kedua organisasi ini melaporkan absennya bupati ke Polres Buton pada 18 September 2025. “Kami meminta aparat menindaklanjuti dugaan hilangnya pemimpin daerah,” tegas perwakilan mahasiswa.
Absennya Alvin dinilai berdampak serius terhadap pelayanan publik. Sejumlah program pemerintahan disebut stagnan karena tidak ada pemimpin yang hadir langsung memimpin jalannya birokrasi.
Fenomena ini makin ramai dibicarakan setelah foto selebaran orang hilang viral di media sosial. Warganet pun ramai berkomentar, ada yang serius menuntut kejelasan, ada pula yang menyindir dengan nada satire.
Hingga kini, pihak pemerintah daerah Buton belum memberikan penjelasan resmi terkait keberadaan bupati. Tidak jelas apakah ia sedang sakit, bertugas ke luar daerah, atau ada alasan lain. Polres Buton hanya membenarkan adanya laporan dari aliansi mahasiswa dan akan melakukan klarifikasi lebih lanjut.
Pengamat politik menilai kasus ini mencerminkan krisis komunikasi antara pemerintah daerah dengan rakyatnya. Absennya bupati tanpa penjelasan resmi dianggap melukai kepercayaan publik. “Seharusnya pejabat terkait segera memberikan klarifikasi, bukan membiarkan rumor liar berkembang,” ujarnya.Kini publik masih menunggu jawaban pasti: di mana sebenarnya Bupati Alvin Akawijaya Putra berada? (*)


