KITAINDONESIASATU.COM – Gempa bumi dengan Magnitudo (M) 4,0 mengguncang wilayah Sukabumi dan sekitarnya pada Sabtu malam, 20 September 2025. Guncangan itu ternyata bukan yang terakhir. Hingga Minggu siang, 21 September 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sudah terjadi 32 kali gempa susulan di kawasan Sukabumi-Bogor.
“Update gempa bumi Sukabumi-Bogor hingga Minggu pukul 12.00 WIB, tercatat gempa susulan sebanyak 32 kali,” ujar Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.
Gempa susulan tersebut berkekuatan M 1,9 hingga M 3,8. Dari jumlah itu, empat guncangan dirasakan nyata oleh masyarakat. BMKG menyebut gempa beruntun ini terkait dengan zona deformasi aktif yang dipenuhi sesar mikro kompleks di wilayah Sukabumi-Bogor. Kondisi geologi yang labil membuat wilayah ini rawan mengalami gempa kecil hingga sedang secara beruntun.
“Kawasan ini berada di zona deformasi aktif. Banyak sesar mikro yang bekerja bersamaan, sehingga wajar bila gempa muncul berulang-ulang,” jelas Daryono.
BMKG mengimbau warga tetap waspada, terutama bagi penghuni rumah yang retak atau miring akibat gempa semalam. Risiko longsor juga meningkat jika hujan turun dan gempa susulan signifikan kembali terjadi. (*)


