KITAINDONESIASATU.COM – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara terus memperkuat cadangan pangan dengan menyerap gabah dari petani.
Hingga Selasa (31/3), Bulog telah menyerap sekitar 50 ton gabah kering panen dari Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat.
Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menyampaikan bahwa jumlah serapan tersebut masih berpotensi meningkat dalam waktu dekat.
Dalam sepekan ke depan, penyerapan gabah di wilayah itu diperkirakan terus bertambah seiring masa panen yang sedang berlangsung.
Secara keseluruhan, potensi penyerapan gabah di Kabupaten Langkat diproyeksikan mencapai sekitar 2.000 ton.
Selain Kecamatan Hinai, wilayah lain seperti Pangkalan Brandan juga memiliki potensi produksi yang cukup besar untuk mendukung target tersebut.
Harga pembelian gabah kering panen tetap mengacu pada ketentuan pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram di tingkat petani dalam kondisi sudah dikemas. Sementara itu, harga bisa mencapai Rp6.700 per kilogram jika gabah telah sampai ke penggilingan.
Bulog juga melakukan penyerapan di sejumlah daerah lain di Sumatera Utara, seperti Mandailing Natal, Simalungun, Deli Serdang,
Serdang Bedagai, hingga Tapanuli Selatan. Langkah ini dilakukan karena sebagian besar wilayah tengah memasuki musim panen.
Target Serapan Bulog Terus Ditingkatkan
Hingga 28 Maret 2026, total serapan gabah di Sumatera Utara telah mencapai sekitar 12.600 ton atau setara dengan 6.314 ton beras.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Bulog pun mengimbau para petani agar segera melakukan panen ketika tanaman padi telah siap dipanen.
Hal ini penting untuk menjaga kualitas hasil serta mendukung optimalisasi penyerapan gabah oleh pemerintah.(*)


