KITAINDONESIASATU.COM- Sofia, warga Desa Pingku, Kampung Pabuaran RT 02 RW 05, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, akhirnya dapat tinggal dengan aman setelah rumahnya yang bertahun-tahun nyaris roboh selesai dibangun.
Pembangunan rumah tersebut berawal dari laporan warga kepada tim relawan yang dipimpin Ronald Sinaga atau Bro Ron. Saat itu, tim Bro Ron tengah melakukan kegiatan pemeriksaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di wilayah tersebut.
Ronald Sinaga, aktivis pemerhati pendidikan yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menjelaskan kronologi bantuan tersebut.
“Dimulai dari awal September 2025.lalu, ada warga yang memanggil salah satu anggota tim kita. Kebetulan Tim Bro Ron. kita lagi ada di desa itu untuk sidak dana Program Indonesia Pintar (PIP) ke sekolah. Nah, setelah sidak PIP ada warga bilang, ‘Coba dulu mampir ke rumah itu tuh, rumah Teteh, karena kasihan lihat rumahnya sudah mau hancur,” jelas dia, Rabu 18 Febuari 2026.
Jadi seminggu kemudian baru kita datang lanjut Bro Ron. Setelah kita dapat foto-fotonya dari ASL salah satu tim kami juga, kita datangin.
“Nah, kelihatanlah sesuai yang video yang saya posting itu. Setelah itu, video kita posting, kita datang tanggal sekitar 9 September, kita datangin, kita bikin open donation ke netizen selama satu minggu. Terkumpul sekitar 35 juta,” ucap Bro Ron.
“Dibangunlah rumah itu, baru kelar di akhir Januari kemarin. Itu pun masih minus 3 juta. Walaupun minus tetap rumah selesai dengan baik. Dibangunlah kan semenjak pertengahan September sampai akhir Januari. Rumah selesai, papar dia.
Selain itu menurutnya dia, Rumah itu awalnya ditempati oleh enam orang, yaitu suami istri beserta dua anaknya, terus sama nenek, terus sama siapa lagi ya, salah satu cucu lagi.
“Jadi rumah nenek pun yang di samping gubuk itu ada RTLH, itu pun baru dibangun tahun lalu sudah rusak lagi. Kayaknya kualitas materialnya sangat jelek dari Pemda. Jadi hari ini kita datang, selamatan rumahnya, dan juga rumah yang lama kita robohkan. Tidak pakai bertele-tele,” tuturnya.
Bro Ron menambahkan, rumah tersebut dibangun sejak pertengahan September 2025 hingga akhir Januari 2026. Meski masih kekurangan dana sekitar Rp3 juta, pembangunan tetap diselesaikan. Rumah lama yang tidak layak huni kini telah dibongkar, dan keluarga Sofia dapat menempati rumah baru. (Nicko)

